Sugeng Rawuh...!!! Blog ini bukan saja tentang craft-nya Yanneey di *duneeya*. Melainkan tentang Yanneey & semua -------crafting, writing, family, friends, dll-------Yah, mencoba kembali belajar sharing & belajar menulis. Mari menulis kembali dengan kata dan juga craft.. ...!!!
http://www.cute-smiley.com There is no great writing, only GREAT REWRITING (Justice Brandeis)
Tampilkan postingan dengan label book zone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label book zone. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Ketika mimpimu yang begitu indah...

Ketika mimpimu yang begitu indah tak
pernah terwujud, ya sudahlah...
(Bondan Prakoso ft. Fade 2 Black)


Betapa indahnya mimpi itu Ya Robb...
Mengapa masih Kau tunda?
Betapa indahnya mimpi itu, Ya Robb...
Apakah hanya akan jadi mimpi yang tak kan pernah terwujud?
Betapa indahnya mimpi itu, Ya Robb...
Haruskah ku berhenti berharap?
Betapa indahnya mimpi itu, Ya Robb...
Ataukah aku masih harus bermimpi???
Betapa Indahnya mimpi itu, Ya Robb...
Aku hanya bergantung kepada-Mu untuk membuatnya jadi nyata.
Wujudkanlah segera, Wahai Dzat Pengabul do'a... Amiin...
Karena mimpi itu begitu indah.

..Neey..

Selasa, 19 April 2011

Anak Kecil dan Buku Tebal

Perkenalkan ini keponakanku, namanya Danda. Sekolah kelas 2 SD.
Di Gedung Kridanggo, Pemalang kemaren tanggal 7-13 April ada Pameran Buku. Waktu Bundanya nginep di rumahku, dia sempet liat-liat pameran bareng ayahnya.


Ketika dia main ke rumahku. aku tanyain ke dia, "Danda kemarin ke pameran buku?"
"Iya" katanya.
"Beli buku, nggak?"
"Beli, tante. Ada gunungnya lho. Bukunya tebal."

Dari percakapan itu, yang terbayang di pikiranku, dia beli buku tebal semacam ensiklopedi tentang gunung gitu. Coz memang dia lagi tergila-gila sama gunung. Trus bukunya banyak gambarnya yang berwarna-warni menarik, seperti yang biasa disukai anak-anak seusianya.

Tapi ternyata aku SALAH berat!!!!

Bundanya Danda cerita, ternyata waktu ke Pameran Danda gak beli buku karena takut sama ayahnya. Nah waktu Bundanya pulang, dia ke Pameran lagi bareng Ayah, Bunda & Adiknya. Kali itu dia minta beli buku sama Bundanya. Muter-muter nyari, terus nunjuk sebuah buku.

Apa coba buku yang dia tunjukkan??? Sebuah buku tebal... kertasnya kertas buram, gambarnya gak berwarna. Buku itu bercover gambar gunung berjudul KRAKATOA. Masa anak-anak mau beli buku kayak gitu??? Hihihi...

Emang sih, belakangan ini dia lagi tergila-gila sama gunung. Gunung apapun dia ingin tau. Dari buku-buku, googling juga yang dia cari tentang gunung, all about gunung lah. Sampai nama gunung yang sulit diejapun dia mengucapkannya dengan lancar. Gunung Kilaluea, Gunung Ejev... apaan tuh.. aku aja gak bisa menghafalnya, eh dia hafal... Aku juga baru tau nama gunung yang aneh-aneh itu dari dia.

Akhirnya bundanya liat-liat buku itu trus menanyakan ke Danda, "beneran mau beli buku ini?" Kata dia "iya".
"Tapi dibaca ya!"
"Iyaa Bunda..."

KRAKATOA... bukankah itu seperti sebuah judul film yang pernah aku tonton di TV One?? Film semi dokumenter tentang meletusnya gunung Krakatau.. Apa itu versi bukunya ya?? Aku ceritain tentang film itu sma Danda.
"Kapan tante filmnya, danda pengin nonton."
Huaa itu kan udah lama, entar deh ada iklannya film itu ditanyang ulang, aku kasih tau.^^

Hari ini aku main ke rumah Danda. Dia nunjukin bukunya...
Ini dia..

Lihatlah betapa tebalnya itu. Liat buku setebal itu aku aja males buat buka hehehe^^ Aku liat halaman terakhir tertulis halaman 530. Huaaa... setebal 530 lembar??? Mendem sung.. hehehee

Tapi ternyata buku itu beneran dibaca sama dia.. Batas halaman yang sudah dibacanya dia tandai dengan sebuah foto.
Lihatlah gayanya saat membaca buku ini..
Gak cuma itu, dia juga sampai naik-naik pagar depan rumah buat mencari posisi yang enak buat baca.. Lihatlah...^^
Cerdas memang... Meskipun Pemalang panas, tapi posisi itu memang teduh karena ada pohon besar yang menaunginya. PW niieeh... Posisi Wuenaaakkk...^^
Lihatlah gayanya nagkring di pagar.. Betapa khusyuknya dia membaca... Ckckckkk. Gak terusik oleh lalu lalang kendaraan di jalan di hadapannya.^^

Penasaran juga sih isi bukunya.. Dengan agak malas, aku baca juga awal-awal bukunya.. ternyata menarik juga.. Baca deh dikit sambil makan buah pepaya hehehe..^^ Ntar kapan-kapan Tante pinjam ya, Nda..!!
Love
..neey..

Sabtu, 09 April 2011

Artikel Lain Tentang Buku The Miracle Of Enzym

Sejak bergabung dengan High Desert, aku jadi tertarik untuk mengetahui & belajar tentang kesehatan, penyakit dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. Sekarang jadi sangat menikmati ketika mempelajari info-info kesehatan. Oh, God... ternyata banayk hal yang berhubungan dengan ilmu-ilmu yang diperoleh waktu kuliah. Jadi bersyukur pernah tersasar kuliah di Teknologi Pertanian (Teknologi Pangan). Bersyukur juga mengenal High Desert dan produk-produknya yang sangat luar biasa, bahkan seolah menjadi dokter pribadi yang selalu menyertai keluarga besarku.

Gara-gara baca sinopsis buku "The Miracle Of Enzym", aku jadi pengin baca buku selengkapnya. Jadilah googling tentang buku itu. Kebetulan di kota lagi ada bookfair sampai tanggal 13 April ini, kali aja ada bukunya..
Beberapa artikel hasil Googling nih...

Sinopsis Buku dari Bukukita.com

Cover dari www.mizan.com

Judul The Miracle of Enzyme Self-healing Program
No. ISBN 9789793269795
Penulis Dr. Hiromi Shinya
Penerbit Qanita
Tanggal terbit 2008
Jumlah Halaman 304
Berat Buku -
Jenis Cover Hard Cover
Dimensi(L x P) -
Kategori Pengetahuan Kesehatan
Bonus -
Text Bahasa Indonesia ·
Lokasi Stok gudang penerbit

SINOPSIS BUKU -
The Miracle of Enzyme Self-healing Program
Mengapa kita sebaiknya:

- tidak minum susu sapi?
- membatasi minum teh hijau?
- makan buah dan minum jus 30-60 menit sebelum makan utama?
- minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi dan 2-3 gelas sejam sebelum makan?
- detoksifikasi menggunakan suntikan kopi?
- tidur siang 5 menit, setelah makan siang?

Ternyata, melakukan hal-hal tersebut bahkan bisa menyembuhkan kanker, obesitas, fibroid, konstipasi, sulit tidur, penyakit jantung dan autoimun.

Dr. Hiromi Shinya—perintis pembedahan kolonoskopis tanpa insisi perut (teknik Shinya)—yakin bahwa tubuh punya kemampuan menakjubkan menyembuhkan-sendiri. Kuncinya: Faktor Enzim.

Dalam buku lengkap, praktis, dan menarik ini, Dr. Shinya menunjukkan bahwa:

- suplemen kalsium dan produk susu bisa menyebabkan osteoporosis;

- pembedahan dan obat-obatan tidak mengobati kanker;

- obat-obatan sering membuat Anda lebih sakit;

- demam justru bisa menyehatkan; dan

- rasa cinta dan gembira bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Penemuan Dr. Shinya tentang “keajaiban“ tubuh akan merevolusi cara pandang kita terhadap tubuh manusia, nutrisi, pengobatan, dan kesehatan; hanya dengan memahami kuncinya: Enzim.


Buku ini wajib dibaca oleh semua orang yang mendambakan hidup sehat secara benar, aman, murah, dan alami.
—Dr. M. Ahkam Subroto, Peneliti Utama Puslit Bioteknologi LIPI


Menawarkan kehidupan yang lebih sehat dan panjang dengan menerapkan pola diet berdasarkan prinsip kerja faktor enzim … sangat inspiratif, sederhana, dan mudah dicerna oleh siapa pun.
—Prof. dr. Sudjono Aswin, Ph.D., neurosaintis UGM


Membangun diri tidak cukup hanya dengan olah jiwa dan olah emosi. Olah fisik dan makanan memberikan kontribusi besar. Ibadah Anda tidak sempurna jika tubuh Anda tidak sehat. -Taufiq Pasiak, pakar neurosains, penulis bestseller Revolusi IQ/EQ/SQ


Review Buku The Miracle of Enzyme – Dalam Catatan Dahlan Iskan: Susu Sapi Bukan untuk Manusia


Catatan Dahlan Iskan tentang Buku Miracle of Enzyme
Wed Jun 10, 2009 1:51 am (PDT)

Dahlan Iskan: Susu Sapi Bukan untuk Manusia

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?


“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.

Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk” . Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah….. gan pei!

Sumber: Jawa Pos, 15 Mei 2009
Promosi Mizan


Artikel lain dari http://www.zimbio.com/member/budicemerlang/articles/6439064/ulasan+terhadap+Prof+Dr+Hiromi+Shinya+buku

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa makanan dan keadaan saluran pencernaan (antara lain lambung dan usus) berhubungan dengan timbulnya tumor entah jinak atau ganas, dan lebih jauh lagi dapat berhubungan dengan semua penyakit baik yang sudah muncul mau pun yang masih dorman (belum muncul).. Bagaimana hal tersebut dapat diterangkan?

Hiromi memaparkan bahwa seluruh tubuh dan funginya yang tak terhitung banyaknya dapat dipahami dengan sebuah kata kunci yaitu enzim. Makhluk hidup, entah manusia, hewan atau tumbuhan sekalipun tak akan dapat bertahan tanpa adanya enzim. Lebih dari 5000 jenis enzim vital diciptakan dalam sel-sel tubuh kita dan kita juga memproduksi enzim dengan menggunakan enzim yang terdapat di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Bila kita kekurangan enzim tertentu atau yang lebih parah kehabisan enzim tertentu maka timbullah penyakit.

Sehingga secara umum, bila ingin menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit maka kita perlu memperhatikan apa, kapan dan bagaimana makanan dan minuman kita. Dan karena makanan dan minuman dapat 'digunakan' oleh sel-sel tubuh kita setelah melewati organ pencernaan, maka penting sekali menjaga agar lambung dan usus kita selalu sehat (dari pengalamannya sebagai ahli endoskopi gastrointestinal, ia memperlajari bahwa bila sistem pencernaan seseorang besih maka orang tersebut dapat melawan penyakit jenis apa pun dengan mudah, sebaliknya bila sistem pencernaan seseorang tidak bersih orang tersebut rentan menderita suatu penyakit)

Untuk singkatnya ada beberapa faktor yang harus dilakukan (atau dihindari) untuk menjaga agar karakteristik lambung dan usus tetap baik yang oleh Dr. Shinya disebut 7 kunci untuk hidup sehat :

1. Menu makanan yang baik, yaitu terdiri dari :
1. 85-90% makanan nabati berupa biji-bijian, sayuran dan buah-buahan (yang paling baik adalah yang ditanam secara organik, karena bahan kimia hanya memboroskan 'energi dan enzim' yang sebenarnya bisa dipakai untuk keperluan lain tubuh kita ).

2. Sekitar 10-15% berupa protein, sumber paling baik adalah ikan kecil (karena ikan besar mengandung merkuri) dan konsumsi daging sapi atau domba harus dibatasi atau dihindari.

3. Makanan dan bahan yang harus dihindari/dibatasi : teh hijau jepang, teh cina, kopi, makanan yang manis dan gula, nikotin, alkohol, cokelat, lemak dan minyak, garam meja biasa (gunakan garam laut yang mengandung mineral)

4. Cara makan yang baik adalah berhenti makan 4-5 jam sebelum tidur, mengunyah setiap suap 30-50 kali, makan buah atau minum jus 30-60 menit sebelum waktu makan dan konsumsilah lebih banyak makanan mentah atau dikukus sebentar ( menggoreng sangat tidak dianjurkan),



2. Mengkonsumsi air yang baik yaitu air yang memiliki kekuatan reduksi yang besar, yang belum terpolusi oleh zat-zat kimia.

1. Orang dewasa sebaiknya minum 6-10 gelas setiap hari
2. Minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi hari
3. Minum 2-3 gelas air sekitar 1 jam sebelum setiap waktu makan


3. Pembuangan yang teratur (jangan gunakan obat pencahar)

4. Olah raga secukupnya (olah raga berlebihan justru akan menghasilkan sejumlah radikal bebas yang besar)

5. Istirahat yang cukup

a. Pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan dapatkan tidur 6-8 jam tanpa terputus b. Lakukan tidur singkat setelah makan siang (sekitar 30 menit)

6. Pernapasan dan meditasi

a. Bermeditasi
b. Berpikiran positif
c. Kenakan pakaian longgar yang tidak menyesakkan napas

7. Kebahagiaan dan cinta

a. Kebahagiaan dan cinta akan meningkatkan faktor enzim tubuh, terkadang bagai keajaiban
b. Luangkan waktu untuk sikap menghargai
c. Hidup penuh semangat dan hadapi hidup, pekerjaan dan orang-orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati.


Semoga Bermanfaat!!!

Sabtu, 02 April 2011

Iseng-iseng Berhadiah...!!!^^

Dari dulu mau cerita tentang hal ini belum jadi juga.. Sekarang nih baru sempat cerita..

Di pertengahan bulan Desmber 2010 lalu, pas hari Jumat seingatku, aku lihat sekilas motor Pak Pos lewat & kayaknya berhenti di depan rumah sebelah selatan. Aku gak terlalu antusias coz aku emang gak lagi nungguin kiriman apapun.

Eh, tiba-tiba kakakku ngasih sesuatu, "nih, ada wesel."
Dalam hati aku bertanya-tanya, wesel dari mana? Sekarang kan seringnya transfer Bank. Lagian kan udah lama aku gak ngirim naskah apapun ke media cetak, jadi aku gak mungkin dapat honor tulisanku dimuat.

Btw, dulu aku sering nyoba ngirim tulisan ke media cetak, seringnya cerpen atau puisi, kadang juga iseng ngirim tebak-tebakan ke majalah annida, atau jawab kuis hehehe... iseng banget deh pokoknya.

Tapi kalau ngirim cerpen jelas gak iseng dong, itu dah lewat editing berkali-kali & cerpennya udah dipilih yang paling layak & kemungkinan dimuat. Dan emang beberapa kali sempat dimuat, dapat honor tapi pernah juga honornya gak aku terima sampai korannya gak terbit lagi.

Dulu seringnya aku ngirim ke Tabloid Tren, dia itu dulunya halaman tambahan khusus remaja di Suara Merdeka Minggu sampai akhirnya dia misah jadi tabloid tersendiri.

Nah dulu aku dapat wesel ya dari honor tulisanku yang dimuat itu. Tapi udah lama aku gak aktif nulis & gak ngirim-ngirim tulisan lagi, makanya aku heran waktu itu dapat wesel sih dari mana???

Aku baca wesel itu : pengirim, jumlah kiriman, berita.
Dari Intisari, jumlahnya 150ribu lebih (lupa angka pastinya hehehe), berita: honor naskah


Hmmm... naskah apa ya yang dimuat? Dulu sempat pengin ngirim tulisan ke Intisari tentang Makanan Fungsional, juga sempat iseng bikin naskah teka-teki silang yang pake angka. Tapi lupa apa pernah benar-benar aku kirim apa gak.

Penasaran!
Naskah apa sih yang dimuat?? Harus cari majalah Intisari terbaru nih kayaknya, tapi di daerah sini kayaknya gak ada yang jual Intisari. Inisiatif nitip Neli, temenku yang biasa bolak-balik ke Purwokerto. Tapi sebelum Neli sempat beliin, keburu ada kiriman majalah Intisari dari Pak Pos. Yuhuiii... gak jadi keluar duit buat beli majalah dong.^^Majalahnya aku buka-buka, nyari dimana ada namaku. Ohhhh ternyata di rubrik FIGJIG, yaitu teka-teki silang angka.Wow... aku kirim naskah ini kapan ya??? Beberapa tahun lalu saat masih ada komputer di ruang belakang. Hihihi.. lama banget, tapi ternyata masih dimuat juga! Alhamdulillah, ternyata keisenganku ngutak-atik angka bisa menghasilkan duit juga.^^
Wah, bisa-bisa aku jadi ketagihan buat iseng deh..!!

Ssst.... aku masih punya naskah FIGJIG lagi lho...^^ Soalnya kebiasaanku kalau lagi suka sesuatu pasti dilakukan sampai beberapa kali. Jadi dulu waktu lagi seneng utak-atik angka, aku sempat bikin beberapa naskah.
Obok-obok lemari nyari naskah FIGJIG akhirnya ketemu juga.. hahaha... bisa diteruskan nih iseng-iseng berhadiahnya!!!!^^

FIGJIG yang dimuat di Intisari aku coba isi lagi.. huaduhhh kok susah ya!!! Padahal aku sendiri kan yang bikin soanya xixixi... Tapi kayaknya ada beberapa kesalahan deh di soalnya. Kayaknya naskahku gak disalin persis deh.. editornya kali kurang teliti.. Masa di soal 4 angka, ditulis 75128 dan 18276 (Aku tandai dengan lingkaran). Itu kan 5 angka. Kalau salahnya ada di naskahku pastilah gak layak muat kan??
Jadinya gimana tuh kuis, bisa dikerjakan apa gak??? EGP lah... yang penting aku dah dapat honornya, udah dibelanjaiin juga buat traktir es krim keponakan-keponakan hehehe...

Tapi kayaknya naskah FIGJIG lainnya perlu aku kirimkan lagi deh, yah.. sapa tau masih bisa jadi duit hehehe.... iseng-iseng berhadiah deh.....!!!!


Jumat, 01 April 2011

Keajaiban Enzim

Resensi Buku The Miracle of Enzim

Oleh Arif H

The Miracle of Enzyme – Self-Healing Program (Keajaiban Enzim – Program Penyembuhan Diri Sendiri) adalah buku mengenai enzim. Ditulis dengan gaya yang mudah untuk dimengerti dan dipahami – bahkan oleh orang awam bidang kesehatan sekalipun – buku ini mencoba memberikan kunci emas agar manusia dapat menikmati hidup yang sehat, bahagia dan berkualitas. Buku yang – oleh Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari, dalam sambutannya mengatakan: Membuka paradigma baru tentang diet dan pola hidup sehat – dibuat oleh Hiromi Shinya, MD ini, bertutur sebagian besar mengenai manfaat dan pentingnya enzim didalam tubuh kita.

The Miracle of Enzim

The Miracle of Enzim

Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis didalam tubuh makhluk hidup yang berperan untuk mempercepat reaksi kimia. Enzim adalah sesuatu yang seharusnya berada dalam kuantitas yang banyak dan kualitas yang tepat dalam tubuh makhluk hidup, tidak terkecuali manusia, agar tubuh senantiasa sehat dan terjaga dari segala macam serangan penyakit. Sebagai seorang dokter ahli bedah yang telah berprofesi selama 43 tahun dan sejak usia 19 tahun tidak pernah terserang sakit lagi, Dr. Shinya bahkan menyebut setiap tindakan dalam tubuh kita dikontrol oleh enzim. Namun sayangnya, sedikit dari kita yang mengetahui tentang enzim. Pengetahuan kita masih lebih banyak didominasi oleh mengenai vitamin, protein, susu, dsb. Faktanya, enzim ikut ambil bagian dalam seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, seperti sintesis dan penguraian, transportasi, ekskresi, detoksifikasi, penyediaan energi, regenerasi sel, dsb. Singkatnya, kunci menuju hidup panjang dan sehat, terangkum dalam satu kata: Enzim.

Di buku ini. Dr. Shinya banyak memberikan berbagai bantahan mengenai hal-hal yang selama ini dianggap baik untuk kesehatan oleh masyarakat, namun justru hal itu memperburuk kesehatan. Contohnya adalah banyak mengonsumsi yogurt, susu ataupun teh hijau adalah baik untuk kesehatan. Namun menurut Dr. Shinya, justru dengan banyak mengonsumsi yang tersebut diatas seseorang bisa dipastikan akan menderita masalah lambung (berujung ke berbagai penyakit kanker), yang asal mulanya persediaan enzim tubuh menjadi semakin berkurang karena konsumsi produk-produk diatas.

Contoh lain adalah fakta mengenai susu. Kalau dikatakan susu mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang), sebaiknya paradigma ini segera dirubah. Fakta mengenai susu adalah: Tak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu, komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas, susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, jika wanita hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik. Dan pamungkas, minum susu terlalu banyak sebenarnya malah menyebabkan osteoporosis.

Dijelaskan secara panjang lebar pula mengenai bagaimana seharusnya hidup sehat itu dimulai. Yang terpenting adalah: makanan dan minuman yang kita makan menentukan segalanya. Oleh karena enzim diproduksi pertama dari dalam tubuh, dan kedua berasal dari luar seperti makanan dan minuman, – berikut bagaimana cara kita mengunyah makanan – maka jangan sembarangan di dalam pola dan gaya hidup kita. Pola dan gaya hidup kita mempengaruhi kuantitas dan kualitas kesehatan kita. Ingatlah: pada saat potensi enzim telah habis, hidup tubuh itu pun berakhir.

Mengunyah makanan ada aturannya. Kunyahlah makan antara 30 – 70 kali kunyahan. Jangan terburu-buru menelannya, jangan berbicara ketika sedang mengunyah, jangan minum air, semua dijelaskan alasannya. Seperti halnya makan yang ada aturannya, minum pun juga tidak ketinggalan, Dr. Shinya merekomendasikan untuk aktivitas meminum air sebagai berikut: 1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari, 2-3 gelas 1 jam sebelum makan siang dan 2-3 gelas 1 jam sebelum makan malam.

Judul Buku: The Miracle of Enzyme – Self-Healing Program
Pengarang: Hiromi Shinya, MD
Penerbit: Qanita PT Mizan Psutaka
Halaman:304

Sumber:http://www.tasbali.com/resensi-buku-the-miracle-of-enzyme/

Artikel ini diambil dari http://kabarsehat.com


Kamis, 10 Maret 2011

Betapa Pemurahnya Gusti Allah Padamu

Puisi lama yang belum sempat terbukukan. Btw, aku dah bikin 5 buku-bukuan yang isinya cerpen & puisi. Beberapa diantaranya pernah dimuat di koran & tabloid :)


Betapa pemurahnya Gusti Allah itu kepadamu, Ndung...
Keharuan ini tergumpal di dada
dan menyumbat kerongkongan
Aku menyukai kilau matamu
yang berkaca-kaca habis kau menangis
Indah, Ndung...
Aku menyayangimu!
Jangan lupa bersyukur, Ndung
Karena Gusti Allah begitu pemurah kepadamu!

_7april2005fordanda_

Jumat, 11 Februari 2011

Awal mula Online Shop-ku


Baca status orang di facebook tentang kegelisahan para onlineshop di facebook yang takut diblokir karena ketatnya peraturan facebook, linknya masuk di grup K.O.S (Komunitas Online Shop). Sebenernya udah lama sih gabung di grup itu, di web-nya juga, tapi lama gak main-main ke sana^^
Ternyata rame juga..

Di thread tentang facebook yang semakin ketat, banyak yang nyaranin buat bikin juga di multiply... Wah itu mah dari jaman awal bikin online shop aku udah disana, cuman gak keurus coz internetnya yang lambat gak nyaman buat buka multiply, tambahan sering gagal kalo posting sesuatu. Udah nulis banyak-banyak ternyata gagal di posting, kan jadi sebel... Seringnya sih "java script" gitu... Lha, aku gak ngerti java script tu yang gimana hehehe...

Baca thread itu, jadi tau.. ternyata kebanyakan olshop di FB itu baru-baru... cuma mangkal di FB, gak punya tempat mangkal lain hehehee... Blagu amat yak aku kesannya^^

Gak gitu juga sih... aku jualan di FB, emang gampang sih atur-atur fotonya. Kalo temen FB mau liat fotonya bisa langsung meskipun pake hp. Tapi kalo kasih link ke multiply sulit liatnya. Tapi susahnya kalo kasih tau ke orang tentang koleksi-koleksi kita yang lebih lengkap kalo kita gak punya web sendiri, tempat mangkal tetap gitu... kayak rumah, kayak basecamp... jadi orang kalo mo nyariin kita tuh gampang... Mendinglah aku punya multiply... hehehe

Nyambung ke thread lain, ternyata ada obrolan tentang multiply... Ternyata banyak banget yang gak tau cara bikin di multiply... Hmm... jadinya aku posting aja sesuai pengalamanku...


Begini nih cerita lengkapnya olshopku^^


Dulu, aku online masih nebeng keponakan. Waktu liat-liat hasil karya orang lain di internet, aku jadi kepengin bikin juga seperti mereka, waktu itu gak tau itu namanya blog.. hehehe gaptek banget deh... Minta tolong sama keponakanku yang pinter komputer tapi gak dibikinin juga...

Eh, waktu liat-liat buku di Indomaret ternyata nemu buku, judulnya: MEMBUAT TOKO ONLINE DENGAN MULTIPLY, CARA MUDAH MENJARING UANG LEWAT BLOG GRATISAN.
Tertariikkk... Penasaraaannn....!!! Beliii deehh....!!!

Jadilah aku pinjem internet keponakan lagi buat cobain yang di buku itu. Gak leluasa sih coz cuman dapet waktu sebentar2 doang. Rasanya baru praktek bentar udah harus selese, besoknya lagi terpaksa ulangi lagi, berasa belajar gak nyampe-nyampe ke tahap berikutnya... Kalo ibarat -maaf- lagi BAB baru bentar udah digedor-gedor pintunya... so mo BAB gak jadi... gimana deh rasanya... huhh...
Tapi ya sedikit-sedikit bisa jadi juga blognya.
Baru tau itu namanya blog... huhuhu dasar gaptek ya...


Waktu itu mah modalnya minjem semua. Aku gak punya apa-apa. Bikin foto pinjem hapenya keponakan yang kameranya lumayan bagus. Internetnya nebeng juga... Aku cuman modal buku ini nih

Go public neh....
ada respon sih... tapi berhubung jarang aku tengokin jadi kehilangan pembeli deh... hiks... maklum gak punya koneksi internet sendiri, males ke warnet.. coz kalo di warnet pengap, gak nyaman..


Selain di multiply, aku jajal juga bikin di blogspot. Blog aku ini nieh dulunya http://duneeya.blogspot.com. Tapi karena aku gaptek gak tau cara mengelolanya, lupa alamatnya, lupa password... jadi terlupakan.

Barulah beberapa taun kemudian, keliatannya prospek jualan di internet lumayan besar, baru aku berani minta modal buat menelateni online shop hingga saat ini...

Wah, aku kembali lagi ke blogspot ini gara-gara liat punya Linda sari yang punya ndandut shop. Dia kasih link di FB.
Aku jadi inget kayaknya aku pernah punya di blogspot. utak-atik lama..... ketemu.. tapi bingung masuknya gimana. Nanya-nanya deh sama linda.. Huhuhu.. lupa email yang dipake, lupa password juga. Dibantuin panduan sama linda & keseriusan untuk mempelajari blogspot.
hyaa.. akhirnya keasyikan...

Sebelumnya utak-atik duneeya.blogspot.com mau buat curhatan & pajang hasil karya buat olshop.. tapi kok kayaknya mesti dipisah. Kayaknya disini lebih tepat buat curhatan, tapi nama udah kadung duneeya, padahal itu buat nama olshopku dimana-mana.
Utak-atik blogspot lagi ternyata nama domainnya bisa diganti. Prikittiwww... gantilah sekarang http://yanneey.blogspot.com


Lalu, bikin lagi blog baru, coz ternyata satu account di blogspot bisa mengelola lebih dari satu blog... jadilah online shopku mulai aku pindah coz kayaknya lebih mudah atur-atur blognya disini meskipun dengan internet yang lambat...

main ya ke olshopku http://duneeya.blogspot.com, kalo berminat silahkan order.

Pengen sih bikin yang duneeya.com tapi belum ada duitnya, jadi harus berpuas diri sampai disini dulu. Mudah-mudahan suatu saat bisa bikin website yang gak gratisan...
^^

Love
..neey..

Minggu, 09 Januari 2011

Majalah Annida

Majalah Annida ini isinya kebanyakan cerpen-cerpen Islami. Aku mengenalnya sejak jaman Mbak Helvy Tiana Rosa masih ada di Annida. Kalau gak salah waktu aku masih SMP sudah baca Annida, majalahnya pinjam di Mbak Lis, tetanggaku. Karya-karya Mbak HTR emang te-o-pe be-ge-te deh!!! Beliau cerpenis favoritku!!
Dulu cerpen-cerpen di Annida selalu membuat air mataku meleleh satelah membacanya. Kualitas ceritanya bagus-bagus banget pokoknya sampai aku pernah menuliskan lagi cerpen di Annida yang pernah aku baca di diaryku, kayak bikin reviewnya. Diarynya sudah dibuang kayaknya :). Mulai SMA aku sudah langganan sendiri majalah Annida, nitip pesen sama Mbak Lis yang kuliah di Unsoed.
Majalah Annida mungkin kesannya remaja banget, tapi dulu aku masih langganan Annida waktu kuliah, sampai rampung kuliah pun masih, sampai juga edisi cetak akhir Annida. Jadi aku tau perkembangan Annida. Menurutku semakin lama cerpen-cerpennya kurang bagus. Apalagi Mbak HTR udah gak jadi redaksinya lagi.

Tapi aku tetap setia dengan Annida hingga akhirnya redaksi memutuskan hanya menjadi majalah online, dengan alasan GO GREEN!!! Hyaaah... aku sangat kehilangan banget Annidaku tercinta. Coz, aku gak tahan terlalu lama di depan monitor, pusing. Sekarang jadi jarang baca Annida. Biasanya waktu masing edisi cetak, aku bacanya dikit-dikit saat mo tidur.
Sekarang gak bisa lagi deh....
http://www.cute-smiley.comhttp://www.cute-smiley.com
Bisa kunjungi annida online disini nih.

ini beberapa annida edisi-edisi akhir.
Yang lainnya masih numpuk. Pengennya majalah-majalah
ini dibendel jilid hardcover biar rapi. Tapi belum nemu tempat jilidnya.

Karena sering baca cerpen, aku jadi punya imajinasi sendiri. Entah bagaimana awalnya aku bisa nulis cerpen... Aku sendiri lupa. Itu seperti mengalir begitu saja, menuliskan kata hati. Kalau dipikir, mungkin ini terbentuk karena aku biasa nulis diary, jadi aku terbiasa menceritakan perasaan & isi pikiran dalam bentuk tulisan. Nah, kalau kebiasaanku nulis diary itu kayaknya karena aku terkondisikan sebagai anak terakhir yang seolah kata-katanya gak penting, pendapatnya gak terpakai makanya aku cuma bisa curhat lewat tulisan di diary.

Sebenernya cerpen-cerpen yang aku bikin kan gak 100% imajinasi aku, sebagian terinspirasi dari kisah-kisah pribadi ataupun orang lain di sekitarku. Dari kisah-kisah itu baru aku reka-reka sesuai kehendakku hahahaaa maunya happy ending aja... :)http://www.cute-smiley.com
Cerita lebih lanjut kapan-kapan aja yah heheheeee..