Sugeng Rawuh...!!! Blog ini bukan saja tentang craft-nya Yanneey di *duneeya*. Melainkan tentang Yanneey & semua -------crafting, writing, family, friends, dll-------Yah, mencoba kembali belajar sharing & belajar menulis. Mari menulis kembali dengan kata dan juga craft.. ...!!!
http://www.cute-smiley.com There is no great writing, only GREAT REWRITING (Justice Brandeis)
Tampilkan postingan dengan label bla..bla..bla... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bla..bla..bla... Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Happy Ramadan

Ramadan kali ini sangat berbeda untuk saya... Lebih berat...
Ya Allah, Ya Robb... kuatkanlah hamba... mampukanlah hamba...
Amiin...

Rabu, 16 Januari 2013

Si Ungu: Dari Sebuah Kesalahan

Ceritanya dulu lagi bikin orderan kaos Cedric Mirip Papa Banget. Kaosnya warna ungu, aplikasi huruf-hurufnya sudah ditempel di kaos dengan bantuan sedikit lem. Untungnya belum dijahit. Nggak sengaja lihat bagian belakang kaosnya, ternyata ada bercak titik-titik hitam yang nggak terlalu terlihat disana. 

Huaduuuhh... gimana nih? 
Sepertinya kondisi seperti itu memang dari supplier kaos polosnya. Mau diretur tapi kayaknya nggak mungkin karena aplikasi sudah ditempel dan kalau dilepas pasti ada sisa lemnya. Kalau terus dibuat untuk customer rasanya nggak tega memberikan produk cacat, meskipun nggak terlalu terlihat nodanya.
Untungnya ada stock kaos warna ungu lain dengan ukuran sama. Akhirnya aplikasinya saya lepas dan pindah ke kaos yang baru. Sebelumnya saya pastikan dulu kalau kaos barunya tidak bernoda (belajar dari pengalaman). Yang pasti jangan sampai saya memberikan produk cacat kepada customer. Kaos yang ada nodanya, urusan nanti lah mau diapakan :).
Jadilah kaos cedric seperti ini :)
Kaos Flanel Duneeya orderan Palembang
Kaos bernoda itu, untuk siapa ya? Ada si Nandito tapi sudah nggak cukup ukurannya. Jadi coba-coba aja deh menutupi sisa lem di kaosnya, entah nanti buat siapa.

Bikinnya aplikasi yang nggak pakai pola jadi nggak terlalu ribet, langsung gunting & tempel aja trus dijahit. Idenya sih bikin lingkaran warna warni. Tapi ternyata setelah dicoba, saya agak kurang puas, soalnya memang kelemahan saya kalau bikin lingkaran nggak pernah melingkar sempurna.
Akhirnya coba bikin bentuk love warna warni. Dan untuk menutupi kelemahan saya yang nggak bisa bikin bentuk simetris jadilah menggunting flanel bentuk love yang asimetris.
Taraaaa jadi deh kaos ini....
Apa warna cintamu hari ini???
Gimana??? ternyata bagus juga ya hasil dari sebuah kesalahan.
Dan kaos ini akhirnya buat hadiah Icha, anak sahabat saya yang ikut membantu memasarkan produk duneeya.
Pelajaran yang diperoleh dari kasus ini, cek kondisi kaos sebelum tempel aplikasi :)
Ah... pelajaran yang sangat berharga ya!!!

kalau mau lihat-lihat kaos flanel hasil kreasi saya bisa berkunjung kesini ya :)

Let's think kereakitf!
Let's Love Craft!
Happy Crafting, friends!!

Sabtu, 05 Januari 2013

Tentang Ibu

Ibu..., saya biasa memanggil beliau Emak. Mungkin Emak saya tidak sehebat dan sepintar ibu-ibu kalian teman... Tapi sungguh, meski tak pernah saya ungkapkan, saya sangat menyayangi beliau. Meski saya sering melukai hati beliau, meski saya sering berbuat dosa terhadap beliau..

Honestly, di dunia ini saya hanya memiliki Emak saya. 
Karena beliaulah yang selalu mendengarkan saya. Hanya kepada Emaklah saya bisa mengungkapkan isi hati saya, unek-unek saya, meski kadang beliau tak paham atau tak bisa memberi solusi. 
Hanya Emaklah tempat saya bersandar.
Saya memang tak terbiasa berbicara kepada bapak saya. Kekakuan ini sudah sedari kecil terbentuk dan saya hingga saat ini belum bisa mencairkan kekakuan itu. Ketika mau berbicara, rasanya takut... Meski bapak saya tidak menyeramkan, tapi saya selalu takut berbicara kepadanya, seperti tidak ada chemistry. Jadi saya hanya bisa menyampaikan kata-kata saya kepada Emak lalu Emak akan menyampaikannya kepada bapak, meski komunikasi Emak dan bapak juga tidak terlalu bagus sehingga sering terjadi salah paham. Hingga saat ini saya tidak tahu dimana salahnya dan harus bagaimana memperbaiki kesalahan-kesalahan itu.
Saya anak terakhir dengan 5 saudara kandung yang masih ada. Komunikasi saya juga tidak terlalu bagus dengan kakak-kakak saya. Sering kali saya harus merasa bahwa kata-kata saya tidak pernah dipentingkan oleh mereka. Apapun yang saya sampaikan seolah disepelekan. Hingga akhirnya saya pun jadi enggan untuk berbicara, karena percuma. Dan akhirnya saya kembali kepada Emak. Meski Emak kadang menyampaikannya kurang tepat, dan sering kali Emak harus menanggung resiko dituduh "membela saya".

Jadi, Emaklah satu-satunya milik saya di dunia ini. 
Belakangan ini, saya sering ketakutan ketika terpikirkan Emak saya akan pergi untuk selama-lamanya suatu saat kelak, apalagi beliau memang sudah sangat sepuh, seumur Indonesia merdeka.
Apa jadinya saya jika Emak pergi? Bagaimana dengan diri saya? Sepertinya saya tak bisa hidup. Kepada siapa nantinya saya bisa berbicara tentang unek-unek saya? Apa saya akan jadi bisu? Sungguh saat ini pun sangat berat saya lalui karena tidak punya orang sebagai tempat sharing yang tepat, rasanya sangat berat merasakan semuanya sendiri.

Emaklah yang sangat berharga dalam hidup saya, meski saya akui saya masih membentaknya, saya sering jengkel dan mendiamkannya, saya sering merepotkannya. Sungguh besar dosa-dosa saya...
Saya takut kehilangan Emak saya.... 
Sungguh... :(

Sabtu, 01 Desember 2012

CopyCat & moralitas

Masalah copy paste di dunia maya sudah banyak dibahas oleh teman-teman crafter. Ada beberapa orang (oknum) yang meng-copy foto-foto produk para crafter, memajangnya di akun mereka dan mengakuinya sebagai hasil karya mereka sendiri. Parahnya lagi akun itu adalah sebuah online shop, yang berarti foto produk yang mereka copy itu dijadikan untuk berjualan/tujuan komersil. Setelah mencuri foto-foto itu lalu mereka mengakuinya sebagai hail karya sendiri, Parah! 
Lebih parahnya lagi, mereka ada yang tidak sekadar memajang foto-foto itu, tapi mereka juga menghapus watermark yang sengaja dibubuhkan pada foto sebagai identitas pemilik foto itu. Parah, keterlaluan!!

Jujur saja, saya juga biasa meng-copy foto karya teman-teman crafter, tapi itu untuk koleksi, memperkaya perpustakaan saya biar saya bisa mempelajari karya-karya mereka, mengaguminya. Jika saya kesulitan membuat sesuatu, saya akan melihat karya-karya mereka, biasanya saya menemukan solusinya. Jadi foto-foto itu bukan saya pajang dan saya akui sebagai karya saya sendiri.

Sebenarnya, mungkin foto-foto produk saya juga tidak luput dari peng-copypaste-an, tapi karena belum pernah menunjukkan kepada saya linknya jadi saya cuek saja tidak berusaha mencari. Soalnya saya juga jarang online, kurang waktu untuk online, dan nggak bisa berlama-lama di depan PC/laptop untuk menelusurinya. Jadi ya sudahlah biarkan saja, toh kalau pun sampai saya tahu, saya tidak bisa berbuat apa-apa, dan akhirnya cuma bikin jengkel dan sakit hati saja. Jadi rugi berkali-kali deh...

Tapi beberapa hari yang lalu, saya kebetulan membaca update statusnya Linda Sari Ndandut. katanya ada yang meng-copypaste foto-foto produknya samapi menghapus watermarknya sampai bersih. Dia menyertakan link-nya. Saya coba saja ke link tersebut dan ternyata foto-fotonya bisa dilihat meski tanpa jadi temannya. Eh ternyata di album Boneka Wisuda, ada dua foto produk saya. Beneran tuh nggak ada watermarknya, udah dihapus bersih. Foto saya yang dicopas dia itu adalah foto Boneka Wisuda Feltbot Doll. Saya geram juga melihatnya... Sediiiih....
Nggak habis pikir dengan orang-orang seperti itu, bagaimana moralitas mereka? Apa mereka nggak punya Tuhan Yang Maha Melihat dan Maha Tahu Segalanya?

Sebenarnya yang lebih kasihan itu customer dia, karena itu penipuan. Amat sangat tidak mungkin dia bisa membuat produk sama seperti itu, customer akan memperoleh barang yang tidak sama seperti contohnya. Saya saja kalau harus bikin lagi juga nggak bisa bikin yang sama.  Dalam proses pembuatannya ada banyak hal kebetulan disana. Meskipun dibuat dengan pola yang sama, oleh tangan yang sama, hasilnya tetap berbeda. Kalau ada pola yang hilang saja saya jadi kelabakan, soalnya akan mempengaruhi hasil jadinya,  tentunya!

Jadi sebenarnya apa yang bisa kita lakukan terhadap orang-orang seperti itu?
Apa yang bisa kita lakukan jika foto-foto kita dicopas seperti itu?
Apayang bisa kita lakukan pada foto-foto kita agar tidak dicopas seperti itu, karena ternyata watermark juga akhirnya bisa dihapus?

Sediiiihnyaaaaa...... Saya belum bisa berbuat apa-apa!

Yang pengin order hasil karya saya, bisa berkunjung kesini ya untuk melihat-lihat produk-produk saya.
Thank You
Happy Crafting!!!

Minggu, 14 Oktober 2012

Me and Germany Traditional Costume Doll

Beberapa waktu yang lalu ada customer dari Bogor, bernama Putri, yg pesan boneka miniatur dengan pakaian tradisional Jerman. Setelah melihat foto yang dia kirimkan, sepertinya tidak terlalu sulit. Tapi saya tidak langsung membuatnya. Googling dulu biar lebih jelas lagi tentang pakaian tradisional Jerman, sebenarnya mencari kombinasi warna yang biasa digunakan di pakaian adatnya.

Di foto yang dia kirimkan, pakaian tradisional laki-laki Jerman kombinasi warna coklat dan putih, sedangkan pakaian perempuannya kombinasi warna hitam dan putih. Saya tanyakan kepada Putri, apakah bonekanya mau dibuat seperti foto untuk warna pakaiannya? Dia bilang, warnanya terserah saya, dengan tambahan kata-kata "kupercayakan padamu". Huaduh.. rasanya berat nian kata-kata itu bagi saya. Tidak hanya sekali dia menambahkan kata-kata seperti itu. Ketika beberapa waktu kemudian saya tanya lagi tentang rambut bonekanya mau seperti apa. Lagi-lagi dia menambahkan kata-kata seperti itu ketika menjawabnya. Semakin berat dan besar rasa takut saya.
Semestinya saya bahagia dan bangga karena ada yang percaya sama saya, memang sih... tapi yang membuat saya berat itu saya takut tidak bisa memenuhi kepercayaan dia, takut hasilnya tidak sesuai dengan yang dia inginkan.

Akhirnya setelah googling, saya coba membuatnya. Bismillah, semoga hasilnya memuaskan. Kalau tidak puas ya saya bikinkan lagi...
Ini hasilnya...
Hasil di atas sudah mengalami revisi untuk boneka perempuannya. Awalnya saya pakai kombinasi warna biru, putih, dan pink pada bagian celemek/apronnya. Tujuannya sih biar lebih ceria dan warna warni. Tapi setelah dipandang-pandang sendiri, rasanya kurang sreg di hati saya. Jadinya apronnya saya ganti warna putih. Begitulah hasilnya. 
Putri minta perbaikan sedikit. Pipi boneka perempuan minta di kasih blush on dikit dan rambut boneka laki-laki terlalu nonong hehehe...
Okelah saya perbaiki, ini dia hasilnya boneka sudah berdiri di stage dengan tulisan "die Bayerische Kleidung"
die Bayerische Kleidung

Dalam hati saya bertanya apa arti "die Bayerische Kleidung". Dulu waktu kelas 2 SMU saya sempat dapat juga pelajaran Bahasa Jerman selama satu tahun. Nilai saya lumayan bagus juga lho, 9 di raport. Tapi karena tidak ada kelanjutannya jadilah kurang terasah.
Inginnya tanya langsung ke Putri, tapi agak kurang keberanian buat nanya. Jadinya saya buka aja kamus.

Setahu saya "die" itu adalah awalan untuk kata benda feminin dalam bahasa Jerman. Memang dalam Bahasa Jerman kata benda itu punya jenis kelamin.
Aku punyanya kamus Jerman yang kecil, mungkin kurang lengkap, tapi untungnya kata-kata yang saya cari ada disana.
Bayer = orang Bayern, negara bagian Bayern
Kleidung = pakaian
Mungkin "die Bayerische Kleidung" artinya pakaian orang Bayern ya... Mungkin seperti pakaian adat jawa, pakaian adat bali dll ya... hehehe...
Setidaknya rasa ingin tahu saya sudah terpenuhi. ^o^
Oya, sepertinya saya salah menuliskan di stage boneka dengan tulisan "die bayerische kleidung" yang semuanya saya tulis dengan huruf kecil. Seharusnya kata benda diawali dengan huruf besar, tapi awalannya tetap dengan huruf kecil. Jadi sepertinya yang betul penulisannya adalah "die Bayerische Kleidung"

Lihat detail bajunya ya..



Saya jadi ingin tau, boneka ini mau buat siapa. Saya berharap banget boneka ini untuk hadiah orang Jerman yang bakal dibawa ke Jerman. Saya membayangkan hasil karya saya bisa dibawa ke luar negeri... Semoga... semoga... apalagi ke Jerman! itu negara yang saya ingin datangi sejak dulu mengenal bahasa Jerman. Alasannya ada beberapa.. Di antaranya, Pak Habibie idola saya juga ada di Jerman, saya juga dulu sempat mendengarkan radio Deutch Welle siaran bahasa Indonesia. Dulu saya sempat kirim surat ke Deutchwelle minta perangko bekas -hehehe dulu saya suka koleksi perangko juga lho- dan saya dapat balasan berupa beberapa perangko Jerman (bekas) dan brosur siaran Radio Deutch Welle, juga sebuah majalah berbahasa Jerman. Meskipun saya sama sekali nggak paham isinya, tapi saya takjub dengan foto-foto keindahan kota-kota di Jerman dalam majalah itu. Nah, saya jadi semakin pengen tuh ke Jerman. Mimpi boleh kan ya??? ^^

Saya jadi mengingat-ingat, dimana ya majalah Jerman itu??? saya juga sedari tadi sebenarnya sedang mengingat-ingat Ibu Guru Bahasa Jerman waktu kelas 2 SMU itu. Beliau wali kelas saya di 2-10. Saya ingat sosoknya, dengan kacamata tebal, rambutnya ikal/keriting dikepang satu dibelakang (kalau tidak salah ingat), juga cara mengajarnya yang mudah saya pahami. I miss her!!!! Saya belum juga mengingat namanya, akhirnya setelah bikin pertanyaan di status FB, ternyata ada teman yang ingat juga. Beliau, guru Bahasa Jerman saya bernama Ibu Endang Poncowati. 

Sebenarnya pelajaran Bahasa Jerman saya tidka terhenti sampai akhir kelas 2 SMU saja. Selepas kuliah saya sempat tergerak untuk mempelajarinya lagi secara online. Tapi berhubung waktu itu cuma bisa di warnet jadi kurang maksimal. Pengen deh belajar Bahasa jerman lagi, sayang kan sudah separo jalan, rasanya pengin sampai mahir.

Ahh... semoga suatu saat saya bisa ke Jerman. Asli Jerman lho ya... bukan Jerman "Jejer Kauman" lho hahaha... Kebiasaan orang Jawa suka memplesetkan kata Jerman dengan Jejer Kauman, artinya Sebelah Kauman. Kauman itu ya nama sebuah tempat. Biasanya di daerah itu ada wilayah yang dinamai Kauman. Saya kurang tau kriteria sebuah wilayah dinamakan Kauman itu apa aja. harus ditanyakan nih sama yang berwenang hehehe...

Ya sudah begitu saja curhatan saya tentang Jerman, I wish someday I will be there! Pokoke Ich liebe dich!
Ich heiBe Yani, Ich komme aus Pemalang... (inget pelajaran pertama dari Bu Endang ^o^)
Bye.. bye...
Auf wiedersehen!!!!

Jumat, 07 September 2012

Lebaran Kali Ini...

Lebaran usai sudah, semua kembali pada aktivitasnya masing-masing... Rasanya lebaran kali ini sepi banget, lebih berat dari tahun sebelum-sebelumnya untuk urusan hati. Rasanya lega bisa kembali keadaan normal...
Seperti biasa, inginnya posting banyak hal di blog ini, tapi entah kenapa waktu saya terasa sempit sekali, nggak pernah bisa online lewat PC. Cukup kecapaian karena terlalu banyak ide yang perlu direalisasikan segera dan juga beberapa orderan customer yang setia menunggu saya buka order.

Di satu sisi ini, saya bersyukur ternyata masih ada orang-orang yang masih setia menunggu karya saya, dibela-belain nungguin saya buka order pasca lebaran. Sejak puasa saya memang agak membatasi orderan karena kondisi fisik kurang memungkinkan dan saya juga tutup order gasik untuk libur Lebaran. Jadi saya gak ikut "prepegan" mengumpulkan banyak uang di musim Lebaran. Santai sajalah hehehe...

Lebaran kali ini alhamdulillah kedua orang tua masih ada meskipun sudah sepuh, keluarga inti masih bisa berkumpul meskipun sudah dikurangi keponakanku, Riza. Sebenarnya, lebaran atau bukan lebaran itu keluarga saya selalu berkumpul karena rumahnya berdekatan, paling jauh juga kakak saya di Pemalang kota sekitar setengah jam. Itu juga dia dan keluarganya sering banget kesini, jadi sering berkumpul. Lebaran jadi terasa seperti hari-hari biasa. Rumahku dan kakak-kakakku itu berjajar seperti sebuah rumah besar. lalu ada kakak pertamaku yang membeli rumah hanya beberapa meter saja dari rumah kami. Judulnya, tiap hari biasa wara-wiri hehehe...

Lebaran kali ini, hanya bisa memandangi beberapa tetangga pada mudik, bertemu kembali dengan keluarga yang cukup lama terpisah. Rasanya saya iri melihat mereka saling melepaskan kerinduan.Sempat menitikkan air mata, yah layaknya lagi nonton film deh hehehe... Ya saya memang sensitif, lebih cepat terharu.

Oke deh, lebaran kali ini saya sempat foto-foto suasana lebaran biar bisa cerita.
Ini acara shalat Ied di Lapangan Randudongkal, alhamdulillah cuaca cerah ceria, dihiasi view Gunung Slamet di sebelah selatan atau sebelah kiri jamaah shalat. Indah bukan? kalau memandangnya, jadi sering-sering bertasbih dan bertakbir. Itu salah satu bukti kekuasaan Allah.
Ini aku, ditya, dan langit... I love blue... damaiiiiiii....
Ihhh si Ditya seperti Pak SBY, pakai baju koko putih & sarung warna biru :)
Kalau yang ini acara salam-salaman di keluarga saya. Biasa aja sih... :)

Ini foto di jalan mau silaturahim ke tetangga:)
Yang berbeda di lebaran kali ini, habis silaturahim ke tetangga, kami ada acara menengok seorang tetangga yang baru pulang operasi di rumah sakit. Kabarnya karena sakit jantung. Waktu kami tengok sepertinya keadaan pasien masih cukup sadar, bisa mengenali orang-orang. tapi ternyata di malam kedua lebaran dia sudah dipanggil Penciptanya.

Pada hari pertama lebaran malam hari seperti biasa banyak yang main petasan, tapi entah saat itu ada satu petasan yang bunyinya keras banget dan beruntun.berbeda dari petasan-perasan kecil yang biasa dimainkan orang-orang sini. Esok harinya banyak yang cerita katau dia kaget banget. Duuh, jangan-jangan orang itu meninggal karena terkejut dengan petasan itu ya....???

So, buat yang suka main petasan sebaiknya pertimbangkan hal itu, barangkali di sekitar kita ada orang yang punya penyakit jantung. Jangan bersenang-senang sendiri dengan membahayakan orang lain.

Kalau tentang makanan-makanan di hari lebaran. Biasa ajalah begitu, keluarga saya biasa beli atau pesan sama orang, atau dapat bingkisan lebaran dari kantor. lagian saya nggak punya selera dengan makanan-makanan seperti itu. yang jelas, yang saya tunggu adalah opor ayam dan sambal goreng kentang bikinan Emak saya. Keluarga saya lebih cenderung memilih lontong ketimbang ketupat. Lontongnya pun beli, nggak mau repot bikin. Pokoknya keluarga saya serba simple, serba praktis. Itu saja.

Acara lebarannya ya begitu saja...
Selanjutnya, saya berdoa semoga lebaran tahun depan keluarga saya masih utuh berkumpul bersama, semoga malah sudah ada penambahan keluarga. Semoga lebaran tahun depan saya sudah tidak sendiri lagi. Amiin... Amiin... Amiin... Ya Robbal Alamin...
Tolong di-amin-kan ya doa saya! Makasih teman-teman!

Minggu, 05 Agustus 2012

Ramadhan 1433

Happy Ramadhan!!!
Selamat menjalankan ibadah puasa!!!
 Ramadhan sudah hampir berlalu, tapi saya baru posting tentang ramadhan. Tak apalah... Ini juga sebenarnya foto-foto Ramadhan tahun lalu, karena sering lupa posting, jadinya telat deh..
Tapi sebenarnya tidak basi juga diposting di Ramadhan kali ini, karena ini sebuah kebiasaan di keluarga saya.

Keluarga saya adalah keluarga yang sederhana, tidak terlalu berlebihan dalam menyiapkan hidangan berbuka puasa. Hidangannya apa adanya, masih seperti hari-hari biasanya.
Yang pasti selalu ada adalah gorengan tempe, tahu, atau dage, dan sambal kacang. 
Itu yang biasanya jadi rebutan ketika berbuka, sampai-sampai sering nggak kebagian kalau nggak cepat ambil. Kalau kata kakakku "siapa cepat dia dapat". Lagian ibuku juga bikinnya nggak banyak, meskipun yang makan banyak. Alasannya, katanya kalau bikin banyak biasanya nggak habis. Hehehee iya mungkin, yang sedikit itu lebih enak jadi cepat ludes ya.

Keluargaku biasa berbuka dengan teh manis. 
Meskipun ini agak kontoversial, tapi seleranya memang begitu. 
Mungkin yang disunahkan adalah berbuka dengan segelas air putih dan kurma. Tahun lalu ada kakakku yang berbuka dengan kurma. Kalau aku mungkin kurang doyan dengan kurma, jadi pilih teh manis saja.
Dan yang selalu ada di bulan Ramadhan di rumah saya adalah kolak pisang atau bubur kacang hijau. 
Ramadhan tahun lalu saya selalu makan kolak pisang, tapi di Ramadhan kali ini, entah kenapa saya kurang nafsu makan kolak. Saya hanya makan kolak waktu libur puasa. Makannya di siang hari sebagai pengganti makan siang.

Saat puasa, saya memang tidak bisa makan banyak. Makan nasi sedikit saja rasanya sudah kenyang. Jadi nggak sempat buat makan jajanan. Dengan keadaan ini, saya bisa kurus nggak ya??? Berharap!!

Alhamdulillah di Ramadhan dan insha Allah di Idul Fitri kali ini keluarga besar saya masih bisa berkumpul bersama, meskipun satu orang telah dipanggil kembali oleh Sang Pemiliknya. Alhamdulillah Bapak dan Emak masih ada, meskipun keduanya sudah cukup sepuh. Alhamdulillah masih bisa menikmati Ramadhan, meskipun belum diberi kesempatan bersama pasangan hidup.
Semoga doa-doa segera dikabulkan, dan semoga harapan-harapan bisa juga bisa terwujud.

Happy Fasting, friends!
Apapun pilihan makananmu, yang penting tetap puasa ya!

Minggu, 04 Maret 2012

Sendu [Senin Duka]-nya Riza [Leukemia]

Setiap yang hidup pasti akan menemui kematian.
Setiap kita akan kembali kepada Sang Pemiliknya yang sejati.
Senin (27 Februari 2021) yang lalu pada dini hari sekitar jam tiga pagi kurang, Allah telah memanggil keponakanku, Fahmi Riza Pahlevi, kembali kepada-Nya.

Sebulan yang lalu, ketika tetangga sebelah rumah, Pak Bunyati, meninggal, aku memandangi bak mandi untuk mayat. Dalam hati aku bicara, "Oh, ternyata ada bak mandi khusus untuk memandikan jenazah ya."
Dan senin kemarin, ternyata bak mandi itu harus mampir di rumah kami. Buat keluargaku, ini pertama kalinya. Jadi keluargaku belum berpengalaman menghadapi keadaan seperti ini.

Ini Riza beberapa bulan lalu ketika menjalani kemoterapi di RS. Elisabeth.
Dia masih punya rambut ya :)
Tapi sebenarnya rontoknya rambut Riza itu gak terlalu dahsyat. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk digundul saja. Foto ini dia minta sama perawatnya buat dibingkai. dan ternyata dikabulkan sama perawatnya. Riza cukup akrab sama perawat-perawatnya, sering bercanda dengan mereka. Sebenarnya foto ini ada dua, dibalik frame ini.

Sebenarnya hari minggu jam dua siang, dalam kondisi kritis di ICU, setelah dipasangi selang-selang untuk membantu pernafasannya, dia sempat minta HP pada ibunya dan memfoto dirinya sendiri, trus dikirim via MMS kepada Pakdenya. Ini dia fotonya.
Riza... oh.. Riza... kami ikhlaskan kamu kembali kepada-Nya.
Alhamdulillah Riza meninggal dengan sangat mudah, tidak menyusahkan banyak orang. Nggak sampai satu hari dia di ICU, sakaratul maut juga tidak begitu menyiksanya. Sangat mudah, hanya geleng kepala pelan tiga kali.
Ini motor kesayangan Riza, yang dia rawat penuh cinta, bahkan sampai roda pun dia semir sampai mengkilat. Padahal roda kan bakalan nempel lagi ke jalanan dan kotor lagi ya... :)
Dan beberapa hari sebelum meinggal, dia sempat SMS ke bapaknya dan berpesan agar motor Shogunnya (yang itu) dibersihkan dan diisi bensin, soalnya hari Senin dia mau pulang. Bapaknya sempat heran, apa Riza sudah sembuh karena katanya hari Senin mau pulang. Ibunya ditanya seperti itu juga bingung. Tapi ibunya yang selalu menungguinya mengaitkan dengan apa yang dikatakan Riza kepadanya. Riza bilang, kamarnya minta dibersihkan, minta dibelikan kasur yang baru soalnya hari Senin mau pulang. Dan nyatalah memang hari Senin dia benar-benar pulang, tapi ternyata untuk pergi lagi selama-lamanya.

Kalau ingat kasur baru, jadi sedih... hiks.. Kata Riza, dia minta dibelikan kasur yang baru dan empuk, spring bed soalnya dia kalau tidur di kasur yang biasa dia pakai badannya sakit. Hiks... kenapa baru ngomong??? Padahal awalnya Riza disuruh tidur di kasur busa yang lebar dan masih bagus nggak mau, minta ganti pakai ranjang besi & kasurnya sepupu dia -Ikmal- yang pas untuk satu badan. Itu kemauannya sendiri, tapi ternyata di akhir-akhir dia bilang seperti itu... Rasanya nyesek banget, ternyata dia selama ini badannya sakit tidur di kasur itu tapi dia nggak bilang... hiks....
Ya sudahlah...
Ini foto para pelayat tapi mereka udah pada masuk rumah jadi diluar kelihatan sepi. Yang ramenya nggak sempat difoto. Waktu jenazahnya sudah dibawa ke pemakaman, banyak guru-guru teman Pakde dan Budenya yang datang. Soalnya selama ini yang juga sangat terlibat mengurusi Riza adalah Pakde dan Budenya. Sampai saat Riza butuh darah pun, guru-guru anak buah Pakdenya yang Kepala SMP N 1 Moga yang dibawa untuk donor darah.

Akhh ternyata Riza cukup terkenal juga di desa Randudongkal, apalagi di GOR tempat dia biasa main badminton. Banyak juga yang datang melayat dan kata yang ikut pemakaman, banyak juga yang mengantarnya.

Tentang Sakitnya Riza
Setelah sekitar 10 bulan menjalani pengobatan penyakit Leukemia di RS. Elisabeth dan RS. Karyadi Semarang, akhirnya Allah mengambil semangatnya yang menggebu-gebu untuk sembuh pada beberapa hari terakhir. Dia yang semula sangat semangat untuk berobat apa saja, menolak ditawari berobat ini itu, tidak mau makan. Semangatnya untuk sembuh sangat luar bisa! Semua orang mengakuinya, dan ini yang harus kita pelajari dari dirinya.

Kita mungkin merasa kasihan pada orang-orang yang terbaring di rumah sakit. Mungkin jika seseorang terbaring saja selama sakitnya itu dibilang sakit parah. Tapi meskipun Riza sakit parah dia terlihat segar seperti orang tidak sakit. Mungkin saat orang melihat dia kritis baru merasa kasihan dan membenarkan dia sakit parah, tapi tidak banyak orang diluar keluarga yang melihat dia kritis.

Selama pengobatan 10 bulan ini memang dia tidak full bed rest di rumah sakit. Beberapa kali kritis masih bisa dia lewati hingga segar kembali dan bisa berkali-kali pulang, bahkan sampai pergi naik motor. Meskipun sebenarnya tidak dibolehkan. Akh... bahkan tetangga-tetanggapun tidak mengira dia sakit parah, mereka mengira Riza sudah sembuh lagi.

Sejak didiagnosa menderita Leukemia di RSI Tegal di bulam mei 2011 dia langsung dirujuk ke Semarang. Entah sudah berapa kali dia menjalani kemoterapi, dari kemoterapi infus hingga kemoterapi sinar (bestral). Kemo infus dia jalani di Elisabeth sedangkan kemo sinar dia jalani di RS. Karyadi. Kemo sinar ini karena katanya dia sudah terkena syarafnya hingga dia sempat tidak bisa bicara (mengeluarkan kata-kata). Saat itu kondisinya memang sangat parah. Mungkin ini kondisi kritis yang kedua kali, tapi dia masih bisa lolos dari kematian.

Sekitar sebulan yang lalu dia berangkat ke Semarang untuk menjalani kemoterapi lanjutan di RS. Elisabeth. Rencananya menurut dokter C. Suharti kali ini paket kemo yang terakhir. Dan ternyata memang yang terakhir untuk selama-lamanya...

Kami sekeluarga memang sudah menyiapkan diri untuk kondisi terburuk sekalipun, sehingga kami tidak terlalu terkejut dengan meninggalnya Riza. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengobatinya, tapi memang penyakit Leukemia pada umumnya berakhir dengan kematian. Mungkin ini jenis penyakit dengan vonis sisa usia ya. Tapi alhamdulillah Riza tidak seperti pasien lain, pada umumnya mereka hanya bisa bertahan sekitar 3 bulan. Tapi Riza bisa survive hingga 10 bulan. Jika ada yang bisa sembuh dan masih survive lebih lama, itu adalah keajaiban, itu bonus dari Allah. Dan Riza pun sudah mendapatkan bonus yang cukup banyak.

Riza termasuk yang kuat menjalani kemoterapi. Dari cerita perawat, umumnya pasien tidak kuat menjalani kemoterapi. Bukan karena tidak kuat biayanya tapi fisik dan psikologis mereka yang tidak kuat. Alhamdulillah Riza kuat, meski sebenarnya orang tua Riza tidak kuat dengan biayanya. Tapi alhamdulillah berkat kekompakan dan kebersamaan keluarga kami bisa melewatinya meskipun semua itu tidaklah mudah. Aku bahkan sempat mau bikin Felt Craft For Charity buat menggalang dana buat Riza, tapi belum terlaksana. Selain itu kami juga bekerja sama dengan Yayasan Yasmia untuk mendapatkan bantuan buat Riza. Alhamdulillah bisa mengurangi beban kami.

Jadi buat teman-teman yang memiliki saudara menderita penyakit pada darah seperti leukemia, thalasemia atau hemofilia bisa menghubungi YASMIA untuk mendapatkan bantuan. Kemarin Riza mendapat bantuan tidak berupa uang tunai, tapi berupa obat-obat kemoterapi dengan harga yang tidak semahal jika obat-obat itu dari rumah sakit.
Btw, terima kasih YASMIA!

Buat teman-teman mungkin ada keluarganya yang menderita leukemia, mungkin butuh sharing cerita bagaimana keluarga kami menghadapi pasien Leukemia, bisa menghubungi aku, nanti aku kasih nomor HP kakak-kakakku yang mengetahui detail dan mengalami sendiri bagaimana prosesnya Riza. Karena ketika Riza didiagnosa leukemia, kami sekeluarga selalu mencari informasi-informasi yang berhubungan dengan penyakit ini, termasuk bagaimana para penderita leukemia menjalani hidupnya agar bisa dijadikan pelajaran untuk para penderita yang masih hidup.

Dan ternyata leukemia saat ini bukanlah penyakit yang langka, sekarang sudah sangat banyak yang menderita leukemia. Leukemia ini penyakit kanker tapi tidak seperti kanker pada organ tubuh lain, dimana organ tubuh yang terkena kanker bisa dipotong atau dihilangkan sehingga pasien bisa melanjutkan hidupnya lagi dalam jangka waktu yang lama. Tidak dengan leukemia, kanker menyerang darah dimana darah itu menyebar ke seluruh tubuh. Darah itu adalah bagian tubuh yang utama. Kalau organ tubuh masih bisa diambil untuk menghilangkan kanker, darah tidak mungkin dihilangkan dikuras seluruhnya lalu diganti darah yang baru. Penyakit ini harus ditangani secepatnya dan secara terus menerus, jika lengah sedikit saja kondisi bisa langsung nge-drop dan itulah awal yang buruk untuk selanjutnya, seperti pada kondisi Riza.

Dengan pengalaman kondisi Riza, rasanya ingin sekali bisa menggalang dana untuk pasien-pasien seperti Riza yang membutuhkan dana sangat banyak. Kalaulah setiap pasien seperti itu pada akhirnya memang tidak tertolong, setidaknya bantuan dana kita bisa membantu sisa hidup mereka agar lebih bermakna dan tidak terlalu tersiksa dengan sakitnya.
Ini adalah cita-cita, mudah-mudahan suatu saat aku bisa mewujudkannya.
Mohon bantuannya ya teman-teman.

Postingan kali ini aku tutup dulu ya, meskipun masih banyak cerita.
Sesungguhnya kematian itu sangatlah dekat dengan kita. Persiapkan bekal sebanyak mungkin karena amal perbuatan selama kita hiduplah yang akan berguna untuk diri kita setelah kita mati.
Wassalam.

Kamis, 26 Januari 2012

Tetangga Terdekat

Depan, belakang, samping kanan dan kiri rumah kita adalah tetangga kita tapi keluargaku disini punya tetangga terdekat, dia adalah rumah di samping kanan rumahku. Itu rumah keluarga Bapak Bunyati.

Dengan keluarga itu kami biasa berbagi makanan, dan mungkin saling mengetahui bagian belakang (bagian yang kurang terlihat orang lain). Mungkin karena memang rumah kami berdampingan. Bukan cuma itu saja, Emakku juga kalau mau pergi ke acara apapun dari dulu biasa janjian sama Ibu Bunyati. Aku juga dulu waktu kecil sering banget mainnya ke rumah itu. Yah...itu tetangga terdekatlah dibandingkan yang di depan, belakang dan kiri rumah.

Selasa, 24 Januari 2012 kemarin secara mengejutkan kami mendengar Pengumuman di masjid kalau Bapak Bunyati meninggal dunia. Beliau memang sudah sakit lama, seringkali kami mendengar batuk beliau yang sangat payah. Kami yang mendengar saja rasanya sakit sekali tiap kali mendengar suara batuknya, apalagi beliau sendiri yang mengalaminya.

Beliau berangkat haji tahun kemarin juga sempat sakit di ketika Mekah menjalankan ibadah haji. Jika kemudian beliau bisa pulang kembali ke tanah air, mungkin itu sebuah keajaiban. Alhamdulillah..

Tapi kali ini begitu mengejutkan, karena keluargaku tidak mendengar keributan apapun di rumahnya. seperti biasa saja tapi tiba-tiba mendengar pengumuman dari masjid. Keponakanku yang lagi masak di dapur katanya sebelumnya mendengar suara batuknya saja. Keluarganya tidak heboh teriak & menangis seperti orang-orang pada umumnya. Mungkin mereka sudah siap dengan keadaan itu...

Yang aku ingat, hari minggu kemarin waktu aku sama keponakanku Danda main ke kebun Bapak Bun untuk mencari bekicot buat obatnya Taka, adiknya Danda. Pak Bun saat itu sedang duduk-duduk di teras belakang rumahnya. Lalu beliau menyapa, itu anaknya siapa? "Oh anaknya Wawan udah besar ya?" Itu kenangan terakhir yang aku ingat.

Dan selasa sekitar jam empat sore beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan tenang, tidak ada yang menyaksikannya. Sore itu juga langsung disucikan meskipun tidak bisa dimakamkan hari itu juga, karena jenazahnya saja baru mulai dimandikan pas waktu maghrib. Jadi jenazahnya menginap satu malam di rumah, sambil menunggu kedatangan anak-anaknya dari luar kota. Beliau dimakamkan hari rabunya sekitar jam delapan pagi.

Selamat jalan Pak Bun (aku biasa memanggil beliau "Bapa Is" maksudnya bapaknya Mbak Lis).
Selamat jalan... Rasa sakitmu telah diangkat oleh Allah untuk selamanya.. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahanmu, menerima segala amal baikmu, semoga engkau dilapangkan kuburnya dan tenang di pembaringanmu yang terakhir.. Amiin ya Robbal Alamin...

Sabtu, 21 Januari 2012

Mati Angin

Mati angin, apa itu?
Aku mendengar kata-kata itu diucapkan oleh Kim Miran di drama Korea "Pink Lipstik". Dia adalah seorang designer utama di sebuah perusahaan fashion kerja sama antara Star Fashion dan Dream Department. Saat itu dia sedang dalam keadaan tidak bisa berkarya sedangkan dia dituntut untuk menghasilkan karya-karya yang bagus karena deadline peluncuran produk sudah dekat. Hingga akhirnya dia menjiplak desain Yu Ga Eun. Saat itu dia bilang kepada suaminya Park Jung Wu kalau dia sedang mati angin.

Apa sih arti mati angin? Aku sebenarnya punya Kamus Besar Bahasa Indonesia tapi lagi males buka-buka buku karena kayaknya udah berdebu. Jadi mari buka kamus online aja www.kamusbesar.com ternyata arti dari mati angin adalah tidak berdaya lagi.

Aku pikir keadaanku akhir-akhir ini lagi kayak Kim Miran. Entah kenapa kondisiku terasa berat untuk berkarya. Sering salah melakukan banyak hal, benang sering banget nyangkut, jarum terasa berat untuk ditusukkan. Bukan itu saja, aku seperti kehilangan semangat buat nge-craft. Beraaaat banget... kenapa ya...

Ada beberapa pesanan customer yang terselesaikan dalam waktu cukup lama. Aku juga secara tidak langsung menolak beberapa pesanan. Bukan karena aku nggak doyan duit atau belagu.. Sungguh itu karena aku merasa nggak bisa memenuhi pesanan mereka dalam waktu cepat. Aku cuma bisa bilang, mungkin selesainya cukup lama karena antrian pesanannya cukup panjang. jadi hanya customer-customer yang sabar menunggulah yang bisa aku buatkan pesanan mereka. Buat yang menginginkan cepat, ya mohon maaf aku lagi nggak bisa memenuhinya.

Kalau aku mungkin tidak seperti Kim Miran yang lagi nggak punya ide. Sebenarnya ideku cukup banyak, apalagi pengin bikin educative toys baru. pengin bikin stock boneka juga. Arrgghh.. tapi entah kenapa rasanya berat sekali. Tambahan lagi, asistenku lagi gak bisa diajak kerja cepat juga. Ya, rasanya agak mangkel dan capai juga menunggu hasil pekerjaannya. Ah, mungkin juga customerku juga merasa capai menunggu pesanannya ya... Karena itulah aku sering bilang sama customerku: mohon maaf atas segala keterbatasanku...

Sungguh, akhir-akhir ini terasa begitu berat untukku..
Mohon maklum ya sahabat duneeya...
Terima kasih sudah sabar menunggu...
Tetaplah setia ya sahabat duneeya,
karena aku juga terus berusaha keluar dari keadaan ini..

Semoga esok jauh lebih baik lagi..
Amiin ya Robb...!!

Sabtu, 17 Desember 2011

My Brooch Collection

Yihai...
aku suka banget sama bros, satu-satunya asesoris yang sering aku pakai adalah bros. Aku kurang suka kalung, gelang atau cincin. I like brooch!!!

Nggak mahal-mahal kok brosku, murah meriah... Soalnya sayang banget kalau udah beli mahal-mahal eh ternyata jatuh dan ilang. Huaa nangis guling-guling deh kalau sampai kejadian.. Soalnya dulu teman kosku pernah dapat hadiah bros dari luar negeri, giliran dipakai malah ilang. Nyesel buanget kan?? makanya aku gak suka pakai yang terlalu mahal. Kalau ilang, nyeselnya bikin penyakit hehehe...

Ini dia koleksiku, difotonya pas lagi dipakai...
Koleksi lainnya nanti kapan-kapan di share^^

Teman Lama Berkunjung ke Pemalang

Welcome To Pemalang, Ermi...!!!

Lama juga gak posting di blog ini padahal banyak yang bisa diceritakan.

Akhir bulan November kemarin ada seorang teman lama yang berkunjung ke Pemalang.
Ermi, teman kuliahku dulu. Dia bekerja di Departemen Pertanian pusat. Kebetulan dia sedang ada kunjungan kerja ke Pemalang.
Setiap kali berkunjung ke daerah teman, dia biasanya menghubungi teman-temannya, yah siapa tau bisa ketemuan bersilaturahmi... Katanya sebelumnya pernah ke Temanggung tapi nggak bisa ketemu teman kami, Sahal. Waktu ke Bali juga nggak bisa ketemu teman kami, Tono.
Kali ini Ermi ke Pemalang, gimana??

Aku dapat sms dari Ermi malam hari. Tapi menurut Ermi, dia sms sore hari baru sampai malam harinya. Xixixi... maaf Er, hapeku sering nge-drop.
Nah, aku persilahkan Ermi kalau mau mampir, barangkali acaranya nggak terlalu padat. Dia di Hotel sekitar alun-alun. Rumahku di Pemalang bagian selatan ke arah Purwokerto sekitar 3/4 jam kalau naik bis.

Tapi kalau aku pikir-pikir lagi kayaknya kemungkinannya kecil dia bisa main ke rumahku. Kayaknya acaranya cukup padat. Jadilah aku putuskan biar aku yang nyamperin dia. Janjian deh besoknya tanggal 1 Desember habis dia selesai acaranya. Tapi itu juga belum pasti, jadi kepastiannya nunggu besok.

Ada teman mau ketemuan kayaknya perlu dikasih kenang-kenangan ya... Berhubung waktunya singkat, jadi nggak memungkinkan bikin yang aneh-aneh. Aku bikin ajalah dari boneka yang udah ada. Malamnya berjuang banget tuh sampai ngantuk-ngantuk membuat sesuatu untuk Ermi. Yang pasti harus ada kata Pemalangnya biar dia ingat suatu saat nanti...
Jadinya begini...
Tuh kan ada kata Pemalangnya, ada tanggalnya juga biar Ermi selalu ingat moment ini.
Welcome Ermi to Pemalang!!!!

Keesokan harinya tinggal packaging biar gak penyok mikanya, coz dia mungkin bawa barang banyak jadi kalo ini ditaruh di tas kan bisa rusak penampakannya.

Meskipun belum dapat kejelasan dari Ermi, habis dhuhur aku berangkat juga ke kota Pemalang (Aku tinggalnya di desa^^). Nunggu bis yang nyaman cukup lama juga. Akhirnya dapat juga bisnya..
Eh, baru sebentar duduk manis di bis, ada sms dari Ermi. Dia bilang kayaknya belum bisa ketemuan karena dia harus balik saat itu juga. Huaaaa...
Harusnya saat itu aku bisa turun aja dari bis, nggak jadi ke Pemalang, tapi entah kenapa aku males banget buat turun dari bis. Udah posisi enak... Nggak lucu juga kalau aku baru naik terus turun lahi hehehe... Akhirnya lanjut aja ke Pemalang kota, sambil mikir nanti disana mau ngapain aja kalau nggak jadi ketemu Ermi, trus hadiah kenang-kenangan buat Ermi mau dibagaimanakan??
Sambil terus smsan sama Ermi aku mikirin terus... Ermi bilang dia di terminal, bis Nusantaranya katanya berangkat jam 3. Kayaknya memang nggak bisa ketemu, tapi kalau temanku Puji yang di Warnet Sirandu bisa nganterin ke terminal mungkin kami bisa ketemu. Tapibiasanya dia sibuk dan nggak bisa ngaterin kemana-mana, tapi coba aja nanti mampir ke warnetnya, kebetulan aku juga mau ngeprint disana.

Eh, ternyata kebetulan dia ada di warnet, kebetulan juga dia lagi nggak sibuk jadi bisa nganterin.. So, aku sms Ermi, biar dia nunggu aku. Masih ketar-ketir nih bisa ketemu apa enggak...
Wezzz.... akhirnya kami bisa ketemu di depan agen bis Nusantara... Muah... muah... deh...
Ini kami... Aku dan Ermi... ^^

Tapi kami hanya bisa ketemu sebentar, karena Puji nggak bisa lama-lama. Pertemuan yang sangat sebentar...
(Huhuhu.. hasil fotonya kurang bagus, semoga yang di hape Ermi hasilnya lebih bagus. Ayoo Ermi upload ya fotonya!)

Ihh seneng ya bisa ketemu tema lama. Senang juga, temanku yang udah sukses masi juga ingat sama aku...:)
Thankyou Ermi....
Sampai jumpa lagi suatu saat!!!

Oya, kami harus berterima kasih pada Kang Puji sudah membatu mempertemukan kami. Thank you Boz!!

Kamis, 17 November 2011

Kecelakaan Kerja

Diam beberapa saat.. hmmm... begini nih kalo udah online & mau posting di blog sering bingung mau nulis apa, padahal kalo lagi gak online banyak banget yang pengin aku share dengan semua orang. Mau share apa ya kali ini??? bingung... ^^

Oh iya, kemarin-kemarin mbak fitri nulis status tentang kulit yang kena lem tembak panas. Diawali dari itu aja kali ya nulisnya... hihihi...


Kecelakaan Kerja
Kena lem tembak panas? Aku sering lho... Kok bisa sih?
Kadang mata sudah ngantuk tapi belum bisa berhenti kerja, masih nge-lem juga, salah sasaran deh kena kulit tangan. Kadang lagi lewat, kabelnya tersambar kaki atau tangan wezzz kena lagi deh. Kadang gak tau sebabnya, ujug-ujug aja lem tembaknya nyasar... ada makhluk lain yang nyamber kali...
Kalau dipikir lagi, ternyata kena lem tembak panas adalah salah satu kecelakaan kerjaku sebagai crafter ya.

Selain itu apalagi ya... hmm...
Kebeler (Jawa = tersayat) gunting,
Kebeler kertas. (Ternyata kertas itu tajam lho ^^)
Tertusuk jarum.
Apalagi??

Mungkin itu luka-luka yang cukup ringan ya? tapi kalau dibiarkan bakal mengganggu kerja juga. Makanya aku jadi berpikir, kalau aku harus menyisihkan dana tersendiri untuk mengatasi kecelakaan kerja ini.

Jadilah aku harus selalu sedia sebuah salep untuk mengatasi berbagai luka. Aku pakai salep ALOE PROPOLIS CREAM dari HIGH DESERT.

Kenapa aku pilih APC (Aloe Propolis Cream)?
Karena cream ini sangat efektif mengatasi berbagai jenis luka, dari luka sayatan sampai luka bakar, bahkan untuk luka penderita diabet & kanker pun sangat efektif.

Ini bukan hanya "katanya", aku sudah pernah liat buktinya dengan mata kepala sendiri jadi aku bisa yakin.
Ini beberapa di antaranya kejadian-kejadian yang membuktikan:

1. Keponakanku, Taka, berantem sampai kepalanya bocor kayak ada tambahan mata di keningnya, pakai cream ini bisa cepat sembuh & tinggal bekas dikit doang. Ntar kapan2 difotoin.

2. Kakaknya Taka, Danda, waktu di Jogja, ngobok air panas. tangannya melepuh. Aku gak liat awal lukanya kayak gimana, setelah beberapa hari aku liat kulit tangannya hitam, dan setelah itu aku lupa kalau dia pernah kena luka bakar itu karena aku udah gak liat bekasnya.
Cerita dari bundanya, begitu kena air panas itu langsung dioles salep APC hampir setengah tube karena harus merata. Alhamdulillah tangannya gak sampai bengkak. Selanjutnya diolesi terus sampai sembuh. Untungnya bundanya selalu bawa APC kemanapun pergi. Ini jadi pelajaran berharga banget buat aku, ini juga jadi dasar menangani tetanggaku umur 1,5 tahun yg tangannya nyemplung sayur panas beberapa waktu yang lalu.

3. Cucuku, Ditya, waktu aku potong kukunya dengan gunting kuku, gak sadar ternyata tangan yang satunya ada dibawah jari yang kukunya sedang aku potong. Kena gunting kuku deh ujung ibu jari kirinya. Darahnya keluar terus. Saat itu aku panik bukan main, biaanya salep APC selalu ada tapi kali itu ternyata lagi ada di rumah kakakku. Nungguin salep APC diambil, darahnya keluar terus, aku rasanya bersalah banget hiks... Untungnya begitu dioles salep APC, darahnya langsung berhenti mengalir keluar.
Lega dan sungguh takjub dengan keajaiban itu. Kalo pake obat merah atau betad*n mungkin darahnya masih keluar juga.

4. Ternyata kejadian itu terulang saat Ditya ikutan ayahnya pegang alat yang buat bikin keripik. hahaha ayahnya keliatan panik banget. Langsung deh APC bekerja. Ayahnya yang lagi kuliah kedokteran di Inggris pun terpukau oleh kerja APC.

5. Luka kanker payudara. Kita pernah liat mungkin di gambar-gambar. Tapi aku udah pernah liat dengan mata kepala sendiri.
Mbak Wuningsih yang kena kanker payudara, yang kanan sudah diambil, yang kiri luka menganga seperti bunga mekar. Sudah berbagai cara pengobatan dilakukan lukanya masih berbau dan seperti bunga kol putih, mungkin luka-lukanya bernanah. Sejak ditelateni menggunakan produk2 High Desert, salah satunya salep APC untuk luka luar di payudaranya, perkembangannya cukup menajubkan. Pengobatan dari luar, luka itu setiap hari diolesi salep APC yang sudah dicampur dengan madu Clover Honey. Aku menengoknya setelah sekitar 3 bulanan pengobatan, lukanya sudah tidak menimbulkan bau dan bunga kol itu sudah berwarna merah. Nanahnya tinggal sedikit, dan lukanya tinggal daging yang merah, itu artinya sudah mulai terbentuk jaringan baru.
Aku sempat memfoto lukanya tapi boleh gak ya ditampilkan disini?? Bundanya Taka & Danda punya fotonya waktu awal-awal pengobatan, tapi saat itu aku gak berani liat hehehe...
Dari situ terlihat bahwa pengobatan dengan produk-produk perlebahan High Desert cukup efektif.
Hanya saja umur memang di tangan Allah, sebagus apapun hasil pengobatannya, jika memang saatnya Allah memanggil seseorang, maut memang tak dapat dielakkan. Dan Mbak Wuningsih akhirnya kembali ke pangkuan Allah. Innalillahi...

6. Kakakku kena herpes, sembuh dengan cepat.

7. Keponakanku kelas 5 SD saat itu, kena cacar air tapi hanya di bagian telapak tangan dan kakinya. Dia mencoba mengoleskan APC pada bagian tangan, dan salep dari dokter dioleskan pada bagian kaki, ternyata lukanya lebih cepat kering dengan APC.
Dan setelah Riska kena cacar air, ternyata Ditya tertular. Dari pengalamannya Riska, Ditya tidak berobat ke dokter. Dia hanya mengkonsumsi HD bee propolis tablet dan kulit yang kena cacar diolesi dengan APC. ALhamdulillah beres...

8. Terakhir kemarin kejadian tetanggaku, Rizki, usia 1,5 tahun tangannya nyemplung di santan/sayur berkuah panas. Katanya setelah kejadian tangannya diolesi kecap, dibawa ke dokter juga. Waktu mamahnya ditya tau, dia langsung dikaih salep APC. Mungkin karena kurang pengalaman mengolesinya cuma sedikit. Hasilnya sebagian besar tangannya membengkak, tapi ada sebagian kecil yang tidak. Menurut bundanya Taka, itu yang kena salep APC yang tidak bengkak.
Nah setelah aku tau, aku nyuruh mengolesi lukanya dengan madu Clover Honey. Karena ternyata penanganan pertama untuk luka bakar itu adalah dengan madu, bukan dengan kecap atau bahkan pasta gigi. Dan ini ternyata dibenarkan oleh Omnya Taka yang seorang dokter.
Waktu diolesi madu campur APC ini kasihan banget dia karena lukanya sudah bengkak banget, tapi tetap diolesi meskipun anaknya nangis kencang. Sampai akhirnya yang bengkak itu pecah & kulitnya terkelupas, dilanjutkan pakai APC saja terus. Alhamdulillah dalam waktu sekitar 7-10 harian sudah kering dan tumbuh jaringan kulit yang baru.

Nah itu beberapa bukti yang aku saksikan dengan mataku sendiri sehingga aku percaya APC. Jadi aku harus selalu sedia APC, dan bawa dia kemanapun aku pergi. karena kecelakaan terjadi tanpa kita tau kapan.
Semestinya untuk orang-orang yang punya anak kecil juga harus selalu sedia APC. Anak-anak kecil kan sering jatuh, Ditya juga sering jatuh & terbentur, bahkan anaknya temanku pernah kena setrikaan, trus Haunan cucuku kemarin kena bisulan... hehehee... Waspadalah...!!
Biar salepnya awet ya kita harus waspada biar meminimalisir kecelakaan.

Seperti apa APC? Ini dia...HDI Aloe Propolis Cream berperan sebagai antiseptik alami yang membantu mengoptimalkan proses penyembuhan luka. HDI Aloe Propolis Cream adalah krim luka yang praktis dan tepat untuk semua jenis kulit.

HDI Aloe Propolis Cream mengandung:

  • Bee propolis yang memiliki sifat antibakteri sehingga dapat mencegah infeksi di luka. Bee propolis juga mengandung caffeic acid phenetyl ester (CAPE) yang telah dikenal secara klinis sebagai senyawa yang berfungsi sebagai anti peradangan.
  • Aloe vera (lidah buaya) yang telah digunakan sebagai perawatan berbagai masalah kulit selama ribuan tahun. Aloe vera terbukti klinis mampu memicu pertumbuhan sel baru sekaligus mencegah luka meninggalkan bekas.

HDI Aloe Propolis Cream efektif untuk:

  • Menyembuhkan luka gores, luka bakar, luka gigitan serangga, luka akibat cacar air, dan luka pada penderita diabetes (gangren).
  • Membantu menekan pertumbuhan bakteri pada luka sehingga luka terlindungi dari iritasi dan infeksi.
  • Mencegah peradangan.
  • Menstimulasi pembentukan kolagen sehingga membantu proses penyembuhan dan mencegah luka meninggalkan bekas.

Saran penggunaan:
Bersihkan area luka terlebih dahulu, lalu oleskan HDI Aloe Propolis Cream secara tipis-tipis sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.


Atasi Luka dengan HD Aloe Propolis Cream

Saat terjadi luka, sering kali kita merasakan peradangan pada daerah sekitar luka. Dengan diolesi APC, peradangan dan rasa sakit itu bisa dikurangi.

Luka adalah permasalahan pada kulit yang sering kita alami, terutama pada anak-anak yang sangat sering melakukan aktivitas; loncat sana, berguling ke sini. Aktivitas pada usia anak-anak tentu tidak bisa dibatasi karena justru akan menghambat kreativitasnya. Karenanya, jika suatu ketika anak Anda terluka, segera atasi dengan benar sehingga si anak pun akan kembali dapat beraktivitas dengan normal.

Saat terluka, secara otomatis, tubuh akan berusaha untuk memperbaiki daerah yang terluka itu. Kinerja tersebut melibatkan beragam komponen seperti sel darah putih, trombosit, fibrinogen, dll. "Panitia" tersebut menyembuhkan luka tersebut melalui proses yang kompleks. Untuk memaksimalkan kinerja komponen tersebut, kita hendaknya mengobati luka dengan obat yang tidak hanya menyeterilkan luka, namun juga membantu pertumbuhan jaringan sel-sel baru dan mencegah luka meninggalkan bekas.

Lindungi dan Rawat dengan Khasiat Propolis+Aloe Vera
Sudah semenjak lama, lidah buaya (aloe vera) dikenal sebagai bahan alami untuk mengobati beragam masalah kesehatan. Getah tumbuhan ini juga terbukti ampuh membantu menyembuhkan luka dan aneka iritasi yang terjadi pada kulit. Bagaimana jika manfaat aloe vera tersebut digabung dengan propolis yang sudah terbukti sebagai antibiotik alami? Pastilah kita akan memperoleh kombinasi tepat untuk melawan luka.

Atas Luka dengan HD Aloe Propolis CreamHigh-Desert Aloe Propolis Cream merupakan kombinasi bahan anti-bakteri yang terdapat pada propolis dan bahan pemicu pertumbuhan sel baru yang acap kita temui pada tanaman aloe vera. Kedua bahan tersebut bekerja secara sinergis mempercepat proses penyembuhan luka.

Melindungi dan memperbaharui adalah dua fungsi utama HD Aloe Propolis Cream (APC). Kandungan propolis konsentrasi tinggi yang terdapat pada produk ini berfungsi untuk melindungi luka dari kontaminasi bakteri dan kuman penyakit. Selain itu, APC juga mampu mempercepat pembentukan jaringan sel baru karena kandungan aloe vera membantu meningkatkan kandungan kolagen.
Saat terjadi luka, sering kali kita merasakan peradangan pada daerah sekitar luka. Dengan diolesi APC, peradangan dan rasa sakit itu bisa dikurangi.

Penelitian membuktikan bahwa krim propolis ini mampu mengurangi peradangan dan pembengkakan yang menyertai luka, jauh lebih efektif dibandingkan saat menggunakan bahan seperti silver sulfadiazine yang biasa terdapat di krim anti-luka.

Untuk Luka Bakar
Krim ini dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan pada beragam luka, termasuk luka bakar akibat terkena panas, api, atau sengatan listrik. Berfungsi meningkatkan pembentukan fibroblas kulit yang diperlukan untuk memproduksi kolagen, produk ini dapat membantu pembentukan jaringan sel kulit yang mati akibat terkena panas.
APC mampu memberi perlindungan terhadap iritasi atau infeksi yang sering mengancam luka bakar akibat mengelupasnya jaringan kulit terluar dalam area yang luas. Efek dingin yang ditimbulkan memberi rasa nyaman bagi penderita luka bakar.

Aktivitas yang sangat beragam membuat Anda dan keluarga tidak bisa lepas dari ancaman luka. Siapkan selalu HD Aloe Propolis Cream di rumah Anda sehingga Anda bisa mengatasi luka yang tiba-tiba muncul dan mencegah infeksi akibat luka tersebut.[HD]

Dari berbagai sumber HD.
Just for your information ^^