Sugeng Rawuh...!!! Blog ini bukan saja tentang craft-nya Yanneey di *duneeya*. Melainkan tentang Yanneey & semua -------crafting, writing, family, friends, dll-------Yah, mencoba kembali belajar sharing & belajar menulis. Mari menulis kembali dengan kata dan juga craft.. ...!!!
http://www.cute-smiley.com There is no great writing, only GREAT REWRITING (Justice Brandeis)

Minggu, 04 Maret 2012

Sendu [Senin Duka]-nya Riza [Leukemia]

Setiap yang hidup pasti akan menemui kematian.
Setiap kita akan kembali kepada Sang Pemiliknya yang sejati.
Senin (27 Februari 2021) yang lalu pada dini hari sekitar jam tiga pagi kurang, Allah telah memanggil keponakanku, Fahmi Riza Pahlevi, kembali kepada-Nya.

Sebulan yang lalu, ketika tetangga sebelah rumah, Pak Bunyati, meninggal, aku memandangi bak mandi untuk mayat. Dalam hati aku bicara, "Oh, ternyata ada bak mandi khusus untuk memandikan jenazah ya."
Dan senin kemarin, ternyata bak mandi itu harus mampir di rumah kami. Buat keluargaku, ini pertama kalinya. Jadi keluargaku belum berpengalaman menghadapi keadaan seperti ini.

Ini Riza beberapa bulan lalu ketika menjalani kemoterapi di RS. Elisabeth.
Dia masih punya rambut ya :)
Tapi sebenarnya rontoknya rambut Riza itu gak terlalu dahsyat. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk digundul saja. Foto ini dia minta sama perawatnya buat dibingkai. dan ternyata dikabulkan sama perawatnya. Riza cukup akrab sama perawat-perawatnya, sering bercanda dengan mereka. Sebenarnya foto ini ada dua, dibalik frame ini.

Sebenarnya hari minggu jam dua siang, dalam kondisi kritis di ICU, setelah dipasangi selang-selang untuk membantu pernafasannya, dia sempat minta HP pada ibunya dan memfoto dirinya sendiri, trus dikirim via MMS kepada Pakdenya. Ini dia fotonya.
Riza... oh.. Riza... kami ikhlaskan kamu kembali kepada-Nya.
Alhamdulillah Riza meninggal dengan sangat mudah, tidak menyusahkan banyak orang. Nggak sampai satu hari dia di ICU, sakaratul maut juga tidak begitu menyiksanya. Sangat mudah, hanya geleng kepala pelan tiga kali.
Ini motor kesayangan Riza, yang dia rawat penuh cinta, bahkan sampai roda pun dia semir sampai mengkilat. Padahal roda kan bakalan nempel lagi ke jalanan dan kotor lagi ya... :)
Dan beberapa hari sebelum meinggal, dia sempat SMS ke bapaknya dan berpesan agar motor Shogunnya (yang itu) dibersihkan dan diisi bensin, soalnya hari Senin dia mau pulang. Bapaknya sempat heran, apa Riza sudah sembuh karena katanya hari Senin mau pulang. Ibunya ditanya seperti itu juga bingung. Tapi ibunya yang selalu menungguinya mengaitkan dengan apa yang dikatakan Riza kepadanya. Riza bilang, kamarnya minta dibersihkan, minta dibelikan kasur yang baru soalnya hari Senin mau pulang. Dan nyatalah memang hari Senin dia benar-benar pulang, tapi ternyata untuk pergi lagi selama-lamanya.

Kalau ingat kasur baru, jadi sedih... hiks.. Kata Riza, dia minta dibelikan kasur yang baru dan empuk, spring bed soalnya dia kalau tidur di kasur yang biasa dia pakai badannya sakit. Hiks... kenapa baru ngomong??? Padahal awalnya Riza disuruh tidur di kasur busa yang lebar dan masih bagus nggak mau, minta ganti pakai ranjang besi & kasurnya sepupu dia -Ikmal- yang pas untuk satu badan. Itu kemauannya sendiri, tapi ternyata di akhir-akhir dia bilang seperti itu... Rasanya nyesek banget, ternyata dia selama ini badannya sakit tidur di kasur itu tapi dia nggak bilang... hiks....
Ya sudahlah...
Ini foto para pelayat tapi mereka udah pada masuk rumah jadi diluar kelihatan sepi. Yang ramenya nggak sempat difoto. Waktu jenazahnya sudah dibawa ke pemakaman, banyak guru-guru teman Pakde dan Budenya yang datang. Soalnya selama ini yang juga sangat terlibat mengurusi Riza adalah Pakde dan Budenya. Sampai saat Riza butuh darah pun, guru-guru anak buah Pakdenya yang Kepala SMP N 1 Moga yang dibawa untuk donor darah.

Akhh ternyata Riza cukup terkenal juga di desa Randudongkal, apalagi di GOR tempat dia biasa main badminton. Banyak juga yang datang melayat dan kata yang ikut pemakaman, banyak juga yang mengantarnya.

Tentang Sakitnya Riza
Setelah sekitar 10 bulan menjalani pengobatan penyakit Leukemia di RS. Elisabeth dan RS. Karyadi Semarang, akhirnya Allah mengambil semangatnya yang menggebu-gebu untuk sembuh pada beberapa hari terakhir. Dia yang semula sangat semangat untuk berobat apa saja, menolak ditawari berobat ini itu, tidak mau makan. Semangatnya untuk sembuh sangat luar bisa! Semua orang mengakuinya, dan ini yang harus kita pelajari dari dirinya.

Kita mungkin merasa kasihan pada orang-orang yang terbaring di rumah sakit. Mungkin jika seseorang terbaring saja selama sakitnya itu dibilang sakit parah. Tapi meskipun Riza sakit parah dia terlihat segar seperti orang tidak sakit. Mungkin saat orang melihat dia kritis baru merasa kasihan dan membenarkan dia sakit parah, tapi tidak banyak orang diluar keluarga yang melihat dia kritis.

Selama pengobatan 10 bulan ini memang dia tidak full bed rest di rumah sakit. Beberapa kali kritis masih bisa dia lewati hingga segar kembali dan bisa berkali-kali pulang, bahkan sampai pergi naik motor. Meskipun sebenarnya tidak dibolehkan. Akh... bahkan tetangga-tetanggapun tidak mengira dia sakit parah, mereka mengira Riza sudah sembuh lagi.

Sejak didiagnosa menderita Leukemia di RSI Tegal di bulam mei 2011 dia langsung dirujuk ke Semarang. Entah sudah berapa kali dia menjalani kemoterapi, dari kemoterapi infus hingga kemoterapi sinar (bestral). Kemo infus dia jalani di Elisabeth sedangkan kemo sinar dia jalani di RS. Karyadi. Kemo sinar ini karena katanya dia sudah terkena syarafnya hingga dia sempat tidak bisa bicara (mengeluarkan kata-kata). Saat itu kondisinya memang sangat parah. Mungkin ini kondisi kritis yang kedua kali, tapi dia masih bisa lolos dari kematian.

Sekitar sebulan yang lalu dia berangkat ke Semarang untuk menjalani kemoterapi lanjutan di RS. Elisabeth. Rencananya menurut dokter C. Suharti kali ini paket kemo yang terakhir. Dan ternyata memang yang terakhir untuk selama-lamanya...

Kami sekeluarga memang sudah menyiapkan diri untuk kondisi terburuk sekalipun, sehingga kami tidak terlalu terkejut dengan meninggalnya Riza. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengobatinya, tapi memang penyakit Leukemia pada umumnya berakhir dengan kematian. Mungkin ini jenis penyakit dengan vonis sisa usia ya. Tapi alhamdulillah Riza tidak seperti pasien lain, pada umumnya mereka hanya bisa bertahan sekitar 3 bulan. Tapi Riza bisa survive hingga 10 bulan. Jika ada yang bisa sembuh dan masih survive lebih lama, itu adalah keajaiban, itu bonus dari Allah. Dan Riza pun sudah mendapatkan bonus yang cukup banyak.

Riza termasuk yang kuat menjalani kemoterapi. Dari cerita perawat, umumnya pasien tidak kuat menjalani kemoterapi. Bukan karena tidak kuat biayanya tapi fisik dan psikologis mereka yang tidak kuat. Alhamdulillah Riza kuat, meski sebenarnya orang tua Riza tidak kuat dengan biayanya. Tapi alhamdulillah berkat kekompakan dan kebersamaan keluarga kami bisa melewatinya meskipun semua itu tidaklah mudah. Aku bahkan sempat mau bikin Felt Craft For Charity buat menggalang dana buat Riza, tapi belum terlaksana. Selain itu kami juga bekerja sama dengan Yayasan Yasmia untuk mendapatkan bantuan buat Riza. Alhamdulillah bisa mengurangi beban kami.

Jadi buat teman-teman yang memiliki saudara menderita penyakit pada darah seperti leukemia, thalasemia atau hemofilia bisa menghubungi YASMIA untuk mendapatkan bantuan. Kemarin Riza mendapat bantuan tidak berupa uang tunai, tapi berupa obat-obat kemoterapi dengan harga yang tidak semahal jika obat-obat itu dari rumah sakit.
Btw, terima kasih YASMIA!

Buat teman-teman mungkin ada keluarganya yang menderita leukemia, mungkin butuh sharing cerita bagaimana keluarga kami menghadapi pasien Leukemia, bisa menghubungi aku, nanti aku kasih nomor HP kakak-kakakku yang mengetahui detail dan mengalami sendiri bagaimana prosesnya Riza. Karena ketika Riza didiagnosa leukemia, kami sekeluarga selalu mencari informasi-informasi yang berhubungan dengan penyakit ini, termasuk bagaimana para penderita leukemia menjalani hidupnya agar bisa dijadikan pelajaran untuk para penderita yang masih hidup.

Dan ternyata leukemia saat ini bukanlah penyakit yang langka, sekarang sudah sangat banyak yang menderita leukemia. Leukemia ini penyakit kanker tapi tidak seperti kanker pada organ tubuh lain, dimana organ tubuh yang terkena kanker bisa dipotong atau dihilangkan sehingga pasien bisa melanjutkan hidupnya lagi dalam jangka waktu yang lama. Tidak dengan leukemia, kanker menyerang darah dimana darah itu menyebar ke seluruh tubuh. Darah itu adalah bagian tubuh yang utama. Kalau organ tubuh masih bisa diambil untuk menghilangkan kanker, darah tidak mungkin dihilangkan dikuras seluruhnya lalu diganti darah yang baru. Penyakit ini harus ditangani secepatnya dan secara terus menerus, jika lengah sedikit saja kondisi bisa langsung nge-drop dan itulah awal yang buruk untuk selanjutnya, seperti pada kondisi Riza.

Dengan pengalaman kondisi Riza, rasanya ingin sekali bisa menggalang dana untuk pasien-pasien seperti Riza yang membutuhkan dana sangat banyak. Kalaulah setiap pasien seperti itu pada akhirnya memang tidak tertolong, setidaknya bantuan dana kita bisa membantu sisa hidup mereka agar lebih bermakna dan tidak terlalu tersiksa dengan sakitnya.
Ini adalah cita-cita, mudah-mudahan suatu saat aku bisa mewujudkannya.
Mohon bantuannya ya teman-teman.

Postingan kali ini aku tutup dulu ya, meskipun masih banyak cerita.
Sesungguhnya kematian itu sangatlah dekat dengan kita. Persiapkan bekal sebanyak mungkin karena amal perbuatan selama kita hiduplah yang akan berguna untuk diri kita setelah kita mati.
Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar